Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Macam-macam Metode Sunat Untuk Anak Laki-laki

Macam-macam Metode Sunat Untuk Anak Laki-laki

Normalnya, sunat itu memang sakit (meski banyak juga yang bilang bahwa sunat itu tidak sakit!). Bagaimana tidak? Ujung penis, yang merupakan salah satu bagian tubuh laki-laki paling sensitif itu, dipotong. Meskipun begitu, seiring dengan semakin modern teknik sunat maka semakin banyak pula pilihan yang dapat membuat si kecil tak lagi merasa kesakitan. Metode sunat tanpa sakit sempat ramai dibicarakan di jagat perkhitanan, dan kini menjadi pilihan utama banyak mama ketika akan mengkhitankan anak mereka. Jauh sebelum teknik sunat tanpa sakit jadi populer, masyarakat kita sudah mengenal berbagai teknik sunat tradisional atau konvensional. Yuk, kenali lebih jauh berbagai teknik sunat tersebut, agar Mama tak ragu memilih ketika tiba saatnya anak berkata, “Aku mau sunat, Ma!”

  1. Tradisional

Teknik ini mungkin sudah sangat jarang ditemui di daerah perkotaan. Teknik sunat tradisional biasanya dilakukan oleh bong supit (juru khitan), bengkong (dukun sunat dalam masyarakat Betawi), menggunakan pisau, silet, atau pun bambu yang telah ditajamkan. Peralatan yang akan dipakai tersebut disterilkan dengan alkohol sebelum penggunaan. Tanpa pembiusan dan kulit penis yang akan dipotong akan diregangkan dengan semacam alat penjepit. Baru kemudian dipotong dengan sekali iris. Setelah itu, bekas luka ditaburi semacam obat antiinfeksi dan dibalut tanpa melalui proses dijahit.

KELEBIHAN:

– Prosesnya cepat.

KEKURANGAN:

– Berisiko terjadi perdarahan dan infeksi, jika dilakukan dengan tidak benar dan tidak steril.

– Berisiko terpotongnya saraf di sekitar penis yang bisa memengaruhi hubungan seksual kelak.

  1. Konvensional

Metode sunat ini paling banyak digunakan hingga kini oleh banyak tenaga dokter maupun mantri sunat. Alat yang digunakan telah sesuai dengan standar medis. Sebelum kulit penis dipotong, akan dilakukan pembiusan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kulit penis diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah dipotong, kulit penis disatukan kembali dengan cara dijahit sehingga hasilnya relatif lebih baik.

KELEBIHAN:

– Rasa sakit minimal karena menggunakan bius lokal.

– Risiko infeksi kecil karena menggunakan peralatan yang sudah sesuai dengan standar medis.

– Biaya cukup terjangkau.

– Bisa diterapkan pada pasien yang hiperaktif, autisme dan anak yang berpenis kecil.

KEKURANGAN:

– Proses pengerjaan cukup lama, sekitar 30 – 50 menit.

– Proses penyembuhan relatif lama.

– Luka tidak boleh terkena air selama beberapa hari agar proses penyembuhan lebih cepat.

  1. Electric cauter

Metode ini sempat booming beberapa waktu lalu, dan kerap disebut sebagai metode sunat laser. Penamaan ini sebenarnya kurang tepat karena sama sekali tidak menggunakan laser, yang diasumsikan sebagai sinar berwarna merah dalam film-film sci-fi . Padahal pada praktiknya sunat laser itu memakai alat cauter untuk memotong kulit penis. Alat itu berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik maka ujung logam akan panas dan lalu memerah. Nah, elemen yang memerah itulah yang digunakan untuk memotong kulit penis. Alat cauter akan memotong kulit tanpa berdarah, karena bersifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut. Cara ini tergolong aman, selama cauter tidak mengenai kepala penis. Itu sebabnya, sunat ini harus dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman melakukan.

Banyak yang berpikir bahwa sunat laser tidak memerlukan jahitan. Padahal, tidak demikian. Sunat dengan electro cauter tetap membutuhkan jahitan untuk merapikan hasil sunat. Dengan dijahit, luka sunat juga akan lebih cepat sembuh. Kesimpulannya, metode sunat ini sebenarnya serupa dengan sunat konvensional. hanya berbeda di penggunaan alatnya saja.

KELEBIHAN:

– Risiko perdarahan minimal karena menggunakan elemen yang dipanaskan.

– Cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang pembuluh darahnya sangat kecil.

– Waktu penyembuhan relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

– Waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

KEKURANGAN:

– Menimbulkan bau yang menyengat, seperti daging terbakar, serta dapat menyebabkan luka bakar.

– Prosedur harus dilakukan oleh dokter ahli karena jika tidak dilakukan dengan benar, kulit penis dikhawatirkan dapat menutup kembali.

– Pada anak yang sudah lebih besar, dokter biasanya menyarankan bius total.

  1. Klem

Klem adalah tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai ukuran penis. Metode klem memilik banyak variasi alat dan nama, walaupun prinsip dan cara kerjanya sama: Kulit penis (kulup) dijepit dengan suatu alat sekali pakai, kemudian dipotong dengan pisau bedah, tanpa harus dilakukan penjahitan. Setelah itu, klem akan dipasang pada penis hingga luka mengering sekitar 3-6 hari. Anda bisa menemukan berbagai nama klem, di antaranya Ismail Clamp, Q-Tan, Ali’s Clamp, Tara Clamp, dan Smart Clamp. Inilah metode sunat yang sedang jadi favorit para mama saat ini, karena si kecil tidak akan merasakan sakit sama sekali dan bisa langsung memakai celana dan beraktivitas seperti biasa usai sunat.

KELEBIHAN:

– Perdarahan minimal, tanpa jahitan maupun perban.

– Luka khitan boleh kena air.

– Proses cepat, hanya sekitar 7 – 10 menit.

– Rasa sakit minimal, si kecil bisa langsung beraktivitas seperti biasa pasca khitan.

KEKURANGAN:

– Biaya lebih mahal dibandingkan metode konvensional.

– Klem yang menempel pada penis dapat membuat si kecil merasa tak nyaman.

  1. Laser CO2

Inilah metode sunat laser yang sesungguhnya. Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.

KELEBIHAN:

– Relatif cepat, dalam waktu 10 – 15 menit sudah selesai.

– Tidak ada perdarahan, kalaupun ada, sangat sedikit.

– Proses penyembuhan cepat.

– Rasa sakit minimal.

– Hasil secara estetika lebih baik.

KEKURANGAN:

– Harga relatif mahal dan hanya tersedia di rumah sakit besar.