Wednesday, June 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lima Pemain Ini Bisa Dibilang Pembawa Sial Bagi Klubnya

Lima Pemain Ini Bisa Dibilang Pembawa Sial Bagi Klubnya

Menjadi pemain bintang dengan skill menawan adalah satu hal penting. Namun, berada di tempat yang tepat dan di saat yang tepat bisa membedakan antara pemain juara atau tidak juara. Ada beberapa pemain hebat ternama yang sepertinya membawa kesialan dalam kariernya, berikut uraiannya :

  1. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan tergolong pemain besar yang punya kesialan dalam konteks gelar di kompetisi Eropa. Di Juventus, setelah menjadi juara Serie A 2005/06, timnya kena kasus Calciopoli. Ibra lalu pindah ke Inter Milan Di sana perburuan gelar Champions League tak kunjung datang, Ibra pindah ke Barcelona. Ternyata setelah itu Inter malah meraih treble. Di Barcelona juga gelar yang ia dapat lebih banyak lokal. Setelah Ibra hengkang ke Milan, Barcelona malah juara UCL

  1. Michael Owen

Ia pernah digadang sebagai bintang masa depan Timnas Inggris. Owen pernah menjadi pemain termuda yang bisa mencetak 100 gol di Premier League. Sayangnya, ia bermain di Liverpool Begitu mencoba peruntungan dengan menjadi bagian dari Los Galacticos, Liverpool juara UCL. Di Madrid hanya tampil 36 kali dan tidak meraih trofi apa-apa

  1. Michael Ballack

Si Mister Runner Up ini sebenarnya punya bakat besar. Ia pernah menjadi bagian dari proyek tim pemburu juara bersama Chelsea di bawah asuhan Jose Mourinho. Namun, peringkat kedua adalah pencapaian terbaiknya beberapa tim Champions League 2002 dan 2008 (runner up), Euro 2008 (runner up), Piala Dunia 2006 (peringkat ketiga), terakhir PD 2010, tidak bisa ikut karena cedera. Mungkin karena hobi memakai kostum nomor 13.

  1. Sebastian Bassong

Berbeda dengan pemain lain yang apes di liga Champion atau Gagal Juara, Sebastian Bassong mungkin pemain yang paling apes atau mungkin bisa juga disebut ‘pembawa sial’ betapa tidak, Bassong menjadi satu-satunya pemain yang “sukses” membawa timnya terjun bebas ke zona degradasi sebanyak enam kali dengan empat klub berbeda

Pemain asal Kamerun ini memulai kariernya di klub Prancis, Metz, pada musim panas 2005. Di musim pertamanya, Bassong langsung membuat Metz terdegradasi dari Ligue 1 ke Ligue 2. Namun ia juga yang membantu Metz menjuarai Ligue 2 pada musim berikutnya sehingga mereka bisa kembali ke Ligue 1 pada musim 2007/2008.

Memang sial, Bassong harus kembali terdegradasi setelah pada musim tersebut Metz hanya finis di peringkat ke-20 klasemen Ligue 1.  Ini menjadi degradasi kedua dalam tiga tahunnya di Metz. Bukan catatan yang bagus, tentu saja. Karena itu, saat datang pinangan dari Newcastle United musim panas 2008, Bassong pun langsung mengiyakan.

Namun nasibnya di Liga Primer Inggris pun ternyata tak kalah buruk. Sebab, baru semusim membela Newcastle, klub tersebut sudah terdegradasi setelah hanya finis di urutan ke-18.  Ini menjadi degradasi ketiga yang dialami Bassong dalam tiga tahun. Dan kisah mengerikan ini belum berakhir. Sebab, ia masih harus mengalami tiga degradasi lagi, yakni saat membela Wolves (musim 2011/2012) dan Norwich City (musim 2013/2014 dan 2015/2016). Sehingga, secara total, Bassong telah enam kali mengalami degradasi dari empat klub berbeda selama satu dekade terakhir

  1. Gianluigi Buffon

Pria Italia itu belum pernah menjuarai Liga Champions sepanjang kariernya, Memperkuat Juventus sejak 2011, Buffon memiliki 13 kesempatan untuk memenangkan Liga Champions Capaian terbaiknya adalah masuk final 2002/2003, 2014/2015, dan 2016/2017. Sementara 10 partisipasi lainnya berakhir lebih cepat. Dia terhenti di 16 besar (2001/2002, 2003/2004, 2008/2009, 2015/2016) dan 8 besar (2004/2005, 2005/2006, 2012/2013, 2017/2018) masing-masing empat kali, Sementara Buffon terhenti di fase grup pada dua kesempatan (2009/2010, 2013/2014).