Friday, August 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lima Misteri Ini Tidak Mampu Dijelaskan Oleh Sains dan Ilmu Pengetahuan

Lima Misteri Ini Tidak Mampu Dijelaskan Oleh Sains dan Ilmu Pengetahuan

Terdapat banyak fenomena yang pernah terjadi di dunia ini dan belum bisa dijelaskan secara sains. Walau sejumlah peneliti telah memiliki teori tentang fenomena-fenomena tersebut, tapi tidak ada satu pun yang mampu memberikan bukti pasti dari teorinya. Fenomena apa saja ya?

  1. Sinyal misterius dari luar angkasa

Sinyal Misterius

Fast Radio Bursts (FRB) adalah sinyal radio singkat yang terpancar seperti cahaya terang dan mengeluarkan energi setara 500 juta Matahari. Ahli astronomi meyakini sinyal ini terpancar setiap detik, tapi hanya sekitar 30 yang telah diidentifikasi. FRB 121102 yang terlacak dari luar Galaksi Bima Sakti, adalah satu-satunya sinyal yang muncul lebih dari sekali di lokasi yang sama. Kemunculan sinyal ini dikaitkan dengan bintang neutron muda, salah satu objek paling dalam di dunia. Studi juga menunjukkan jika FRB 121102 adalah satu dari dua tipe FRB.

  1. Kawah misterius di Siberia

Kawah Siberia

Sebuah kawah raksasa bernama Patom di Siberia, Rusia, menjadi salah satu fenomena yang belum terungkap bagaimana bisa terbentuk. Kawah itu memiliki luas 520 kaki, dan memiliki tinggi gundukan 139 kaki yang terdiri dari batu gamping. Penduduk lokal menyebut kawah ini merupakan sarang burung elang dan sering diasosiasikan dengan kematian. Oleh karena itu, hewan-hewan juga dikatakan tidak ada yang berani mendekati kawasan tersebut. Kawah ini pertama kali dilaporkan oleh seorang ahli geologi Rusia bernama Vadim Kolpakov pada 1949. Namun, sebenarnya kawah ini telah tercipta sejak 500 tahun lalu. Beberapa anggapan tentang asal muasal kawah ini misalnya ledakan nuklir dan pesawat luar angkasa dan pesawat luar angkasa. Tapi, Russia Beyond berpendapat teori yang paling dirasa tepat adalah kawah ini terbentuk karena jaringannya meledak baik ketika magma keluar dan berubah menjadi bebatuan atau gagal meleburnya batu-batu panas.

  1. Materi gelap (dark matter) tidak seperti materi biasa

Materi Gelap

Materi (matter) terdiri dari proton, neutron, dan elektron, tapi apa yang membentuk materi gelap (dark matter) masih jadi sebuah misteri. Satu teori mengatakan materi gelap terbuat dari sesuatu yang sederhananya tidak bisa deteksi atau identifikasi. Dalam sebuah studi pada 2016, materi gelap disebut mungkin saja terbuat dari lubang hitam di masa permulaan dunia. Materi gelap tidak memantulkan atau memancarkan cahaya, tetapi konsentrasi zatnya yang tinggi dapat membelokkan cahaya, dan itulah yang diketahui para ilmuwan. Apabila beranggapan pengetahuan manusia tentang dunia dan fisika telah benar, maka ada lebih banyak materi gelap di kehidupan ini. Faktanya, materi gelap dibutuhkan untuk tarikan gravitasi yang cukup kuat untuk menciptakan planet dan galaksi.

  1. Pohon menari di Rusia

Pohon Menari

Di Kaliningrad, Rusia, ada sebuah hutan yang disebut dengan ‘Dancing Forest’ alias hutan yang menari. Ada alasan kenapa hutan ini diberikan nama seperti itu. Di dalamnya, ada pohon-pohon pinus yang memiliki bentuk tidak biasa, bahkan salah satunya terlihat seperti orang sedang menari. Pohon-pohon itu ditanam pada 1960 silam dan hanya ada tiga spesies pinus yang seperti itu. Menurut Atlas Obscura, teori yang beredar mengatakan bentuk pohon yang tak lazim itu kemungkinan disebabkan angin kencang, tanah yang tidak stabil, dan gangguan ulat. Beberapa warga sekitar juga menyebutnya sebagai ‘hutan pemabuk’.

  1. Paus bungkuk berubah dari makhluk penyendiri jadi berkelompok

Paus Bungkuk

Paus bungkuk (humpback) aslinya adalah hewan yang menyendiri dan terpencil, tapi ada perubahan dari perilakunya beberapa tahun belakangan. Science Alert melaporkan paus bungkuk mulai berkelompok mulai dari 20 hingga 200 kawanan di kawasan pesisir Afrika Selatan. Fakta ini ditemukan dalam sebuah studi dari University of Pretoria pada 2017. Ilmuwan kelautan tidak paham mengapa perilaku hewan purba ini berubah. Diprediksi perubahan ini terjadi karena semakin banyaknya jumlah populasi paus bungkuk. “Agak aneh melihat mereka (paus bungkuk) berada dalam satu kawanan besar,” ujar Gisli Vikingsson, Kepala Penelitian Paus di Marine and Freshwater Research Institute, Islandia.