Monday, October 14Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lima Alasan Mengapa Bayi Tidak Boleh Gunakan Bantal

Lima Alasan Mengapa Bayi Tidak Boleh Gunakan Bantal

Apakah Mama termasuk orangtua yang memakaikan bantal pada Si Kecil yang baru lahir? Padahal sampai usianya 12 bulan, bayi seharusnya dibiarkan tidur di kasur datar tanpa batal. Tidur dengan bantal dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa Si Kecil, lho! Wah… Ini bahaya yang mungkin dihadapinya!

  1. Sesak napas

Alih-alih ingin membuat Si Kecil nyaman dengan memakaikan bantal saat ia tidur, hal itu justru bisa membuatnya mengalami sesak napas. Bantal, bisa menghambat jalur pernapasan karena bentuk leher bayi yang masih pendek menjadi tertekuk jika posisi kepalanya lebih tinggi.

Karena leher yang belum kuat juga membuat bayi belum mampu menggerakan kepalanya. Memakai bantal menimbulkan kemungkinan wajah Si Kecil “tenggelam” di bantal. Dengan leher yang belum kuat, ia tidak akan mampu memperbaiki posisi kepalanya dan bisa menyebabkan kematian karena sesak napas.

  1. Kematian mendadak

Mama dan Papa tentu akan memilih bantal yang lembut dan halus agar tidur semakin nyenyak. Begitu pun untuk Si Kecil agar tidurnya semakin nyenyak. Namun ternyata dan sayangnya anggapan Mama itu tidak sepenuhnya benar. Karena banyak dokter yang menyatakan justru permukaan bantal bayi yang lembut atau benda lembut yang ada di sekitarnya, justru akan meningkatkan risiko Si Kecil mengalami sesak napas dan tercekik.

Karena bantal lembut, napas yang dihembuskan tertahan dan menyebabkan Si Kecil menghirup kembali hembusan napasnya. Dengan begitu, kadar oksigen yang ada di dalam tubuh Si Kecil akan menurun dan karbon dioksida akan terakumulasi menjadi lebih banyak. Nah, jika Si Kecil kekurangan oksigen hal ini dapat berkontribusi terhadap SIDS.

  1. Tersedak

Setiap orang saat tidur tentu tidak bisa mengontrol arah gerah tubuhnya yang justru membuat tubuh semakin rileks. Begitu pun dengan Si Kecil, pada saat tidur ia bisa saja terguling ke bawah bantal yang digunakannya.

Namun jika Si Kecil diletakkan di tengah bantal yang berbentuk U, otomatis ia juga akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi alias sulit bergerak bebas. Nah, kondisi inilah yang membuat Si Kecil jadi sulit keluar dari perangkap bantal tersebut dan membuatnya tidak bisa bergerak bebas.

Apalagi ketika Si Kecil tidur dalam keadaan gumoh atau muntah kemudian ia terperangkap di lingkaran bantal berbentuk U, kondisi ini berisiko membuat Si Kecil tersedak oleh muntahannya sendiri.

  1. Kepala peyang

Tak hanya membahayakan kesehatan pada Si Kecil, penggunaan bantalĀ  juga bisa membuat kepalanya menjadi peyang atau sindrom kepala datar pada satu sisi. Kepala peyang pada Si Kecil dapat terjadi karena tekanan yang konstan pada satu sisi yakni penggunaan bantal saat ia tidur. Keadaan ini bisa semakin parah jika kepala Si Kecil yang mengalami penekanan tidak berganti posisi, miring ke kanan atau ke kiri, dalam kurun waktu tertentu.

  1. Risiko alergi

Seperti yang Mama ketahui bantal dan sarung bantal bisa menjadi sarang tungau atau kutu kasur, bahkan tempat berkumpulnya debu. Pada orang dewasa saja bantal atau sarung bantal yang berdebu bisa mengganggu kesehatan mereka. Apalagi anak kecil.

Alasan lain bayi tidur tak perlu menggunakan bantal bayi adalah adanya risiko alergi. Bayangkan saja jika terjadi pada Si Kecil, hal itu tentu bisa membuat ia mengalami alergi. Sedangkan tubuh dan kulit bayi masih sangat sensitif.

Nah, untuk menghindari Si Kecil dari alergi karena bantal meski tidak digunakan untuk tidur, sebaiknya Mama memilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi, Ma. Ma, bantal boleh digunakan untuk Si Kecil saat tidur siang dengan catatan bahwa Mama turut mengawasi. Bila Mama tidak mengawasinya, lebih baik jauhkan bantal darinya.