Monday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lantaran Tidak Memberikan Layanan Memuaskan, Seorang PSK Dibunuh

PSK

Merasa kesal karena tidak mendapatkan layanan yang memuaskan, seorang remaja berinisial D yang masih berusia 16 tahun, membunuh Ayu Sinar Agustin alias Ninin, 23 tahun yang berprtofesi sebagai pemandu lagu disebuah rumah karaoke yang juga berprofesi sebagai PSK. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka ditangkap polisi pada 15/9/2018 di daerah Ngaliyan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Menurut keterangan pelaku yang merupakan warga Desa Babankerep, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, peristiwa bermula pada 12 September sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu pelaku berkunjung ke Wisma Classic yang menjadi tempat bekerja korban dan mengajak Ninin untuk berkencan.

Setelah membooking korban, D langsung mengajak Ninin ke kamar agar dapat segera melampiaskan nafsunya. Namun, selain ingin melampiaskan nafsu, D ternyata juga mempunyai niat jahat dan untuk menjalankan niat jahat tersebut dia membawa serta botol yang berisi oli bekas.

“Sebelum peristiwa pada malam itu, pelaku sudah pernah mengajak korban berkencan sekitasr bulan Agustus. Pada kencan pertama, pelaku merasa tidak puas dan kesal karena tidak dilayani dengan baik. Itu sebabnya dia merencanakan pembunuhan,” terang Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listianto.

Baca juga: Buka Layanan Plus-plus, Panti Pijat di Surabaya Digerebek polisi

Pada kencan kedua yang juga menjadi malam terakhir bagi korban, pelaku awalnya sudah dilayani, tapi meminta lagi. Nininpun sebenarnya bersedia, hanya saja dia meminta D agar membayar terlebih dahulu sebesar Rp.200.000. Pelakupun membayar namun hanya Rp.100.000 karena dia memang hanya membawa uang Rp.100.000.

Merasa tarif kencan yang diminta tidak sesuai dengan uang yang dibayarkan pelaku, Nininpun menolak diajak beadegan ranjang untuk yang kedua kali. Pelaku yang memang sudah mempunyai niat jahat sejak dari rumah, langsung mencekik leher korban.

Meski korban sudah melakukan perlawanan dengan mencakar dan menggigit, namun tidak kuasa melawan tenaga pelaku yang lebih kuat. Terlebih setelah D membekap wajah Ninin dengan bantal.

“Setelah dicekik sekitar 5 – 10 menit, korbanpun kehabisan napas dan tewas. Selanjutnya pelaku menyiramkan oli ke sekujur tubuh korban guna menghilangkan sidik jari, dan sebelum ditinggal pergi, korban ditutup dengan selimut,” papar Kompol Donny Eko Listianto.

Selain motif karena pelaku merasa kesal akibat tidak dilayani dengan baik oleh korban, hingga kini polisi masih mendalami kasus pembunuhan tersebut untuk mencari motif-motif yang lain.