Thursday, June 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lagi-lagi Tawuran Mahasiswa Di Makassar Terjadi Saat Sahur

Lagi-lagi Tawuran Mahasiswa Di Makassar Terjadi Saat Sahur

Tawuran yang diduga telah melibatkan mahasiswa kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tawuran ini terjadi saat sahur. “Dapat informasi telah terjadi keributan antara (mahasiswa) bahasa dan juga teknik. Tiba-tiba ribut lagi di dalam kampus,” ujar Kapolsek Tamalate Makassar, Kompol Arif Amiruddin, pada Senin (27/5/2019) dini hari.

Tawuran disebut terjadi di dalam kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Mallengkeri. Diduga tawuran ini terjadi antara mahasiswa Fakultas Teknik dengan Fakultas Bahasa. “Tadi anggota kami sudah menjaga di sini mulai dari salat tarawih. Pas anggota tengah pulang makan sahur, mereka ribut,” ujar Arif.

Kedua kubu mahasiswa pun disebut masih berada di lokasi dan juga saling lempar batu. Sementara aparat kepolisian dari Polsek Tamalate Makassar juga bersiaga di sekitar lokasi. Akibat tawuran ini, satu pos keamanan yang terbakar. “Yang didapati tadi ada pos security yang terbakar,” kata Panit 2 Reskrim Polsek Tamalate, Ipda Sugiman.

Sebelumya, tawuran antara mahasiswa juga pernah terjadi di lokasi yang sama. Para mahasiswa membakar ruang kelas kampus. “Ada sempat dibakar itu ruang kelas, namun langsung dipadamkan,” ujar Panit 2 Reskrim Polsek Tamalate Makassar, Ipda Sugiman, di lokasi, pada Minggu (26/5) pagi.

Sebelumnya tawuran antara mahasiswa sudah pernah terjadi di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulel). Dalam tawuran ini para mahasiswa diketahui telah membakar ruang kelas kampus. “Ada sempat dibakar itu ruang kelas, namun langsung dipadamkan,” ujar Panit 2 Reskrim Polsek Tamalate Makassar, Ipda Sugiman, di lokasi, pada Minggu (26/5/2019) pagi.

Kejadian ini diduga melibatkan antara dua kubu mahasiawa dari fakultas Teknik dan fakultas Bahasa yang terjadi di dalam kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) jalan Mallengkeri, Makassar, pada Minggu (26/5/2019) dinihari wita. Diduga, pemicunya adalah dendam lama. “Penyebabnya belum diketahui, namun ini penyakit lama yang kembali kambuh,” kata Sugiman.

Dalam bentrokan ini aparat kepolisian menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku tawuran. “Kami lakukan penyisiran, ada diamankan katapel, busur dan parang,” tutur Ipda Sugiman.

Semoga kedepannya peristiwa semacam ini sudah tidak terjadi lagi di kalangan mahasiswa karena sangat mencoreng institusi pendidikan. Mahasiswa seharusnya bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya yang masih bersekolah dan ingin melanjutkan jenjang pendidikan di bangku kuliah.