Sunday, April 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lagi-lagi Sampah Penuhi Aliran Kali Jambe Di Kota Ini

Lagi-lagi Sampah Penuhi Aliran Kali Jambe Di Kota Ini

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mulai membersihkan lautan sampah di Kali Jambe, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan. Pantauan di lokasi, Jumat (6/9), beberapa petugas kebersihan turun langsung ke dalam Kali Jambe untuk mengangkut sampah. DLH Kota Bekasi juga telah menyiapkan berbagai alat, seperti ekskavator untuk mengeruk sampah hingga boks dan truk sampah.

Salah seorang petugas kebersihan, Mulyadi (42), mengatakan, pembersihan ini mulai dilakukan sejak pagi ini. Hal itu berdasarkan instruksi dari camat hingga Pemerintah Kota Bekasi. “Iya dibersihkan mulai hari ini atas permintaan semua unsur. Pembersihan sendiri dimulai tadi sekitar pukul 08.oo WIB,” kata Mulyadi di lokasi.

Mulyadi menjelaskan setelah dibersihkan dan diangkut dari Kali Jambe, sampah itu akan dibawa ke TPA Burangkeng. “Rencana pembersihan ini sekitar dua sampai tiga harian,” ucap Mulyadi. Mulyadi mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah petugas kebersihan yang dilibatkan. Namun mereka akan terus bekerja hingga Kali Jambe bebas dari sampah.

“Banyak, ya, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, ditambah sekitar 40 truk buat mengangkut sampah nanti. Jadi ini kerja estafet bergilir terus,” jelasnya. Tumpukan sampah di Kali Jambe menyebabkan aliran sungai tak bisa bergerak. Bahkan, sampah yang didominasi plastik itu menutupi hampir seluruh permukaan sungai.

Air di sungai tersebut juga terlihat hitam pekat. Warga sekitar mengaku sampah di Kali Jambe bukan berasal dari lingkungan sekitar setempat. Diduga sampah berasal dari tempat pembuangan sampah yang tidak resmi di dekat kali. Sampah di tempat itu ambrol ke sungai sehingga memenuhi permukaan sungai.

Iman menambahkan, setelah Kali Jambe bersih dari sampah, pihaknya akan memagari kali sehingga warga perumahan sekitar tidak lagi bisa membuang sampah ke kali.

“Saya sudah ngomong ke teman-teman desa, tutup. Siapa pun pengelola (perumahan)-nya, jangan buang sampah di sini lagi. Ditutup pakai pagar jaro alias pagar jari-jari, pasang spanduk, terus pengelolanya diundang ke desa kita ingetin jangan buang lagi ke sini,” tegas Iman. Dia menegaskan, jika warga masih membuang sampah ke kali, hal itu akan merusak lingkungan dan merugikan warga sekitar.