Monday, August 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lagi-lagi Kuda Kelelahan Saat Musim Liburan Tiba

Lagi-lagi Kuda Kelelahan Saat Musim Liburan Tiba

Kejadian Minggu (9/6/2019) saat sedang lari pagi keliling Stadion Pakansari, tiba-tiba ada suara keras gubrak di belakang. Dokar wisata penuh penumpang satu keluarga jatuh terbalik. Kudanya jatuh kelelahan. Orang-orang mengira sang kuda sudah mati, tapi terlihat perutnya masih gerak2, masih bernafas.⁣

Tali pengikat dokarnya juga harus dilepas dulu, karena saat diangkat bersama kudanya langsung jatuh lagi karena kudanya sudah tidak kuat. Setelah tali pengikat dokarnya dilepas… kudanya pelan-pelan bisa bangun lagi. Penumpangnya cuma luka-luka ringan. Atap dokarnya sobek-sobek.⁣

Omong-omong singkat dengan kusirnya, “Iya kecapean, soalnya sabtu minggu full banyak penumpang sampai tengah malem, lalu subuh2 jam 4 pagi hrs sudah bangun untuk kerja lagi.” Kasihan sekali kuda tersebut. Kendaraan saja yg benda mati perlu diservice, apalagi kuda yg mahluk hidup, perlu istirahat, disayang, makan yg bergizi.⁣

Saya pernah juga mendengar kasus serupa dengan kuda Andong di jogja. Kasus yg sama beberapa tahun yg lalu sempat viral perlakuan kejam terhadap “sirkus lumba2” dan “topeng monyet”. Saatnya untuk menghentikan “perbudakan” hewan pekerja.⁣

Pemilik akun tersebut berharap pihak pemerintah mulai gencar memberikan edukasi demi kesejahteraan kuda pekerja. Kejadian tersebut, ia lihat saat tengah berlari pagi mengelilingi Stadion Pakansari.

Kuda yang dilihatnya dalam posisi tiduran (setelah terjatuh, red) sempat dikira sudah mati. Ternyata, perutnya masih terlihat bergerak, dan ia bernafas. Akhirnya dilakukanlah evakuasi terhadap kuda itu.

Berikut status lengkap dari  Setiabudi Larasetmi : “Perlindungan Tenaga Kerja Hewan. Saatnya pemerintah kita mulai menggencarkan edukasi untuk kesejahteraan para kuda pekerja. Berikut ini beberapa komentar warganet mengkritisi peristiwa tersebut:

Suryanto Margosutrisno menulis, “Bisa jadi pembelajaran. Bayangkan jika kita punya pekerja yg patuh, dan tdk pernah ngeluh dan tetep semangat, akhirnya kita tambahi loadnya terus….. Waduuuh… kitanya baru sadar setelah team itu Jatuh sakit … karena kecapean,”

“Sungguh kasihan, mengexplorasi tenaga hewan berlebih, seharunya yang ringan ringan saja dan dipelihara dengan layak sang kudanya,” kata Mctanto Suharto. Delta Hatmantari menulis, “Ikut sedih. Kita manusia kadang lupa, kalau mereka makhluk Tuhan juga,” ujarnya. “Ya Allah…kshnnya. mknya say gak pernah mau naik andong dgn bnyk penumpang. Gak tega sama kudanya,” kata Tantry Widiyanarti.