Tuesday, November 12Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Lagi-lagi, KPK Tangkap Kepala Daerah Tersangka Korupsi

Lagi-lagi, KPK Tangkap Kepala Daerah Tersangka Korupsi

KPK melakukan operasi tangkap tangkap (OTT) di Kepulauan Riau. Salah satu yang ditangkap adalah seorang kepala daerah. “Iya, ada kegiatan tim penindakan di Kepri,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (10/7). “Ada unsur kepala daerah,” imbuh dia.

Selain kepala daerah, beberapa pejabat daerah juga dikabarkan turut diamankan. Namun Febri belum menjelaskan soal identitas para pihak yang ditangkap. “Nanti info lanjutan akan di-update lagi. Tim masih di lapangan,” ujar Febri.

Saat ini, beberapa orang yang telah ditangkap masih menjalani pemeriksaan di Polda Kepri. Rencananya, mereka akan dibawa ke Jakarta besok, Kamis (11/7). KPK menangkap seorang kepala daerah di Kepulauan Riau. Informasi yang didapat kumparan, kepala daerah yang dimaksud ialah Gubernur Kepri yang juga Ketua DPW NasDem, Nurdin Basirun.

Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan ada kepala daerah yang turut ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. “Iya, ada unsur kepala daerah,” ujar Febri dalam keterangannya, Rabu (10/7).

Febri menambahkan, ada pejabat pada pemda setempat yang turut diamankan. “Kadis dan kabid,” ujar dia. Diduga, OTT ini terkait dengan kasus dugaan suap. Namun Febri belum menjelaskan lebih lanjut mengenai OTT ini. Secara terpisah, Sekjen NasDem Johnny G Plate mengaku belum mendapat informasi soal penangkapan Nurdin.

“Kita tentu menghormati proses hukum KPK kalau bener. Tapi saya belum tahu infonya,” ujar dia. Penangkapan terhadap Nurdin diduga terkait kasus dugaan suap. “Diduga terkait izin lokasi rencana reklamasi,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (10/7).

Selain Nurdin, beberapa pejabat daerah juga turut diamankan dan masih diperiksa di Polda Kepri. Mereka berasal dari unsur kepala daerah, kepala dinas, kepala bidang, PNS dan swasta. “(Turut) diamankan uang senilai SGD 6 ribu,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Rabu (10/7).

Febri menambahkan setidaknya ada enam orang yang berhasil diamankan. Saat ini keenam orang itu telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan awal di kantor polisi setempat. “Ada 6 orang yang diamankan tim dan dibawa ke polres setempat. (Ada) kepala daerah, kadis, kabid, PNS, dan swasta,” kata Febri.

Febri mengatakan, penangkapan ini berkaitan dengan adanya dugaan suap izin lokasi reklamasi di Kepri. “Diduga transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepri,” ungkap Febri. Namun, Febri belum menjelaskan lebih lanjut mengenai perkara tersebut. Ia menyebut, penjelasan akan dilakukan dalam konferensi pers.