Tuesday, November 12Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

KPAI, PB Djarum Dan Masa Depan Anak-anak Di Bulutangkis Indonesia

KPAI, PB Djarum Dan Masa Depan Anak-anak Di Bulutangkis Indonesia

Dampak keputusan Djarum Foundation menghentikan program seleksi beasiswa Bulutangkis pada 2020 mendatang sangat disayangkan semua pihak, termasuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Pengprov Jatim.

Melihat kondisi ini, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur, Wijanarko menyayangkan sikap KPAI. Sebab PB Djarum dan Djarum Sigaret merupakan sebuah dua instuisi yang berbeda.

Apalagi PB Djarum sendiri merupakan klub yang paling konsisten selama ini dalam menggelar audisi, pembinaan hingga kejuaraan. Untuk itu Wijanarko sangat menyayangkan kalau Djarum Foundation pamit dalam melakukan audisi.

“Kami sangat menyayangkan desakan KPAI menghentikan PB Djarum Foundation, apalagi soal membubarkan audisi tahun 2020. Jadi jelas ini akan merugikan bagi regenerasi prestasi atlet Indonesia terutama pembinaan di usia dini. Karena kita tahu bersama bahwa proses pembinaan atlet butuh waktu lama tahun,” kata Wijanarko, Senin (9/9/2019).

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding ada eksploitasi akibat adanya logo rokok di dalam gelaran tersebut. Belum lagi, KPAI menyebut dalam Peraturan Perundang-undangan (PP) Nomor 109 tahun 2012 yang melarang penyebutan rokok dan zat adiktif lain, dalam media promosi dan komersial.

Selain itu KPAI mengklaim Djarum bisa melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di lima daerah tuan rumah tahun ini, kalau ada tulisan Djarum pada baju peserta audisi. Akun Instagram Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat digembok, setelah makian warganet datang bertubi-tubi.

Politikus PSI Dedek Prayudi pun sampai mempertanyakan menyampaikan kritiknya untuk KPAI. Ia juga mengunggah tangkapan layar bukti bahwa akun tersebut dibuat privat ke Twitter, Minggu (8/9/2019).

“Wait, what…? KPAI akun IG-nya digembok? Public office sekelas komisi IG-nya digembok? Seriously?” cuit @Uki23. Pada foto yang ia tampilkan, unggahan KPAI tak bisa langsung dilihat oleh pengguna Instagram yang bukan followers-nya.

Terdapat pemberitahuan bahwa untuk melihat unggahannya, pengguna harus mengikuti akun Instagram itu terlebih dahulu. “Government Office sekelas komisi adalah lembaga negara independen. Komisi memberikan pelayanan langsung kepada publik. Tapi komisi ini IG-nya justru digembok dari publik,” imbuh Dedek Prayudi.

Namun, menurut pantauan SUARA.com, pada hari Senin (9/9/2019) pagi, akun Instagram KPAI telah dibuka kembali. Dengan angka followers itu sekitar dua ribu lebih banyak daripada ketika dikunci. Sementara itu, jumlah unggahannya pun masih sama, yaitu 253, dengan unggahan terakhir dari Jumat (6/9/2019).

Serbuan komentar pedas di akun KPAI mulai muncul sejak Sabtu (7/9/2019), setelah PB Djarum mengumumkan, Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2019 akan menjadi yang terakhir. Keputusan tersebut diduga kuat dipicu oleh polemik yang bermula pada Februari lalu, saat sekelompok penggiat pemerhati anak menuding salah satu perusahaan rokok Tanah Air melakukan eksploitasi ribuan anak-anak Indonesia, lewat brand image di kaus peserta proses audisi beasiswa bulu tangkis.

Lalu pada Agustus, KPAI dan sejumlah kementerian serta LSM terkait menyelenggarakan rapat koordinasi mengenai dugaan ekploitasi terselubung pada anak. Salah satu hasil pertemuan itu pun menyebutkan hal ini. “Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk sesegera mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum.”

Begitu PB Djarum ‘pamit’, warganet langsung menyuarakan dukungan untuknya dan menyerang akun KPAI serta Yayasan Lentera Anak.