Sunday, September 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kota-Kota Mati Setelah Diterjang Gempa Bumi Dan Tsunami

Kota-Kota Mati Setelah Diterjang Gempa Bumi Dan Tsunami

Ratusan bangunan kota Palu yang awalnya berdiri tegak kini telah berubah menjadi reruntuhan pasca gempa bumi dan tsunami yang menyerang pada satu pekan yang lalu tepatnya di hari jumat petang tanggal 28 September 2018. Tak ayal kini pemandangan Ibu kota Sulawesi Tengah ini nampak seperti “kota mati” yang tidak berpenghuni. Namun selain kota Palu sebenarnya sudah ada banyak beberapa kota yang mengalami hal seperti ini di seluruh dunia.

Yang pertama ada kota Christchurch di Selandia Baru dimana gempa berkekuatan 6,2 magnitudo pada tahun 2011 telah memporak-porandakan kota. Diperkirakan akan butuh waktu sekitar 20 tahun untuk merestorasi total kota Christchurch yang berarti baru selesai pada tahun 2031 nanti. Yang kedua ada lagi di Negeri langganan gempa bumi yaitu Fukushima di Jepang dimana kota ini untuk sementara tidak lagi berpenduduk akibat reaktor nuklir bocor dan menimbulkan radiasi usai dihantam gempa besar dengan kekuatan 9,0 magnitudo yang juga menyebabkan tsunami super dahsyat pada tahun 2011.

Lalu ada lagi kota Beichuan, China dimana 9000 orang tewas dan 80 persen bangunan hancur setelah diguncang oleh gempa 7,9 magnitudo pada tahun 2008. Sementara itu mundur jauh ke belakang ada pulau Ross di India yang tak lagi berpenghuni karena dihantam gempa super dahsyat pada tahun 1941 yang juga sekaligus diterjang tsunami. Dan masih dari beberapa dekade ke belakang ada kota Craco di Italia yang juga ditinggal oleh penduduknya akibat mengalami gempa super besar dan dahsyat di sekitar awal abad ke-20.

Semua gempa yang terjadi tersebut berkekuatan di atas 6,0 magnitudo dan membuat kota-kota tersebut menjadi kota mati karena alasan-alasannya tersendiri. Dari mulai dikarenakan kota tersebut tercemar radio aktif sampai pulau yang habis karena diterjang gempa bumi dan tsunami. Semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur karena walaupun diterjang gempa bumi dan tsunami yang cukup besar, namun tidak akan membuat kota Palu dan sekitarnya menjadi kota mati seperti kota-kota yang tadi kami sebutkan.