Sunday, September 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Jarah Minimarket, Ini Penjelasan Dari Pemerintah

Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Jarah Minimarket, Ini Penjelasan Dari Pemerintah

Bencana gempa bumi dan tsunami telah terjadi pada hari jumat sore lalu di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah diantaranya adalah Palu dan Donggala. Datangnya bencana alam tentunya juga  mendatangkan banyak kerugian bagi para korbannya. Sampai saat ini tercatat sudah sekitar seribu lebih yang ditemukan tewas karena bencana ini. Bahkan masih banyak pula korban yang belum ditemukan karena terseret ombak saat tsunami maupun tertimbun dalam reruntuhan gedung akibat gempa bumi yang terjadi.

Dengan masih sulitnya bantuan datang ke Palu karena lumpuhnya bandara Palu mengakibatkan bantuan pun harus datang terlambat karena menggunakan jalur lainnya. Praktis hanya pesawat Hercules milik TNI yang mampu sampai ke Bandara Palu. Akibatnya pun sangat besar bagi para korban dan mereka akhirnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan bantuan makanan dan minuman. Bukan hanya makanan dan minuman namun mereka juga butuh bahan bakar seperti bensin dalam kegiatan sehari-hari mengingat pula lumpuhnya listrik dan komunikasi.

Baru-baru in kita dikejutkan dengan banyaknya para korban Gempa dan Tsunami yang menjarah toko atau pun minimarket di dekat tempat tinggal mereka, Para korban ini menjarah bahan pokok seperti makanan dan juga minuman hingga pakaian. Namun memang bukan tanpa alasan mereka mampu melakukan hal itu karena petugas gabungan memang sebelumnya tiba di lokasi terutama yang membawa bantuan logistik seperti makanan, dapur umum sampai rumah sakit lapangan.

Namun untungnya kali ini pemerintah langsung merespon cepat terkait adanya aksi penjarahan di toko dan minimarket di lokasi bencana tersebut. Pemerintah melalui Mendagri mengatakan silahkan minimarket dan toko-toko kelontong untuk kesediaannya memberikan kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman untuk para korban gempa dan tsunami. Nantinya pemerintah berjanji akan membayar semua barang-barang yang telah diambil guna memenuhi kebutuhan pokok para korban yang selama ini sedang tertunda kedatangannya karena sulitnya akses menuju ke lokasi bencana.

Bahkan bahan bakar pun boleh pula atau diizinkan bagi para korban yang membutuhkan untuk mengambilnya terlebih dahulu karena pemerintah juga akan membayar semuanya. Semoga bantuan untuk para korban bisa cepat sampai dan aksi-aksi yang tidak perlu oleh para korban bencana tidak terulang kembali.