Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Komentar Ruhut Sitompul Pada Mantan Rekannya Di Partai Demokrat

Komentar Ruhut Sitompul Pada Mantan Rekannya Di Partai Demokrat

Mantan politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompulmemberikan komentar pada mantan rekannya di Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Hal ini dikatakan Ruhut ketika bersamaan dengan Ferdinand menjadi narasumber program Satu Meja, Kompas TV, Rabu (17/10/2018) malam. Mulanya, Ferdinand ditanya mengenai kekhawatiran argumen-argumen yang ada di media sosial untuk mengganggu jalannya kampanye damai yang telah dideklarasikan semua partai.

“Semua tentu aktif di dunia sosial di mana setiap hari kita dipertontonkan di sana, isu yang tersebar didominasi oleh fitnah hoaks.” “Saya pernah merangkumnya yang menebar ini akun-akun yang tidak jelas identitasnya, justru ini yang mendominasi permainan isu di media sosial ini ada yang khusus memprovokasi.”

“Ada yang mengadu domba menjelek-jelekkan, berkampanye hitam dan ini yang tiap hari dikonsumsi publik kita. Ini yang mengkhawatirkan saya sampaikan Bawaslu, kepolisian, Kominfo dan KPU harus bekerja sama mengamankan ini,” ujar Ferdinand Hutahaean. Ia menambahkan jika peraturan Kominfo untuk meminta nomor HP sesuai KTP bisa digunakan sebagai acuan mencari penebar fitnah dan hoaks di media sosial.

“Saya pikir tidak sulit ya karena kemarin itu kita sudah mendaftarkan nomor HP kita dengan NIK dan KK segala macam, kita minta lah ke Kominfo dan kepolisian untuk kerjasama, setiap ada akun-akun yang menebar fitnah itu kan tidak sulit fitnah atau tidak langsung take down saja, dimatikan.” “Kalau akunnya jelas bekerja identitasnya langsung aja polisi bekerja, panggil. Daripada publik setiap hari matanya, telinganya disuguhi yang tidak sehat,” tambahnya.

Mengomentari pernyataan dari Ferdinand, Ruhut Sitompul merasa lelah ketika harus mengurusi Ferdinand yang dulu merupakan rekan separtainya di Demokrat. Jadi saya kalau lihat rumah sebelah yang selalu mengganggu kami saya jadi ingat lagu dangdut, kau yang mulai kau yang mengakhiri, nah itulah, kenapa?

Maaf ya Ferdinand jika bicara yang aneh-aneh, saya akan catat nih Ferdinand, sewaktu jadi penjaga setia SBY capek aku melihat Ferdinand Hutahaean dulu lihat saja nih kata-katanya, saat itu jika ketemu Ferdinand akan aku cekek dia, kata Ruhut sambil mengeluarkan handphonenya. Awas hati-hati jangan kau ikut menyebar hoaks Bang,” kata Ferdinand menanggapi.

“Tenang jangan marah-marah kan ada negara hukum, nanti laporkan aku ke polisi.” “Bayangkan ini Ferdinand berita duka cita dari Ferdinand ini, telah meninggal presiden anti korupsi dan digantikan presiden cinta korupsi namanya si BY k**o malas,” ujar Ruhut yang membaca layar di hpnya. Merasa difitnah oleh akun tersebut, Ferdinand memberikan sanggahan.

“Wah ini saya pastikan ini akun fitnah yang dibuat sengaja untuk memfitnah saya, ada dua akun sekarang yang berkerja terus memfitnah saya, tolong Bang Ruhut jangan ikut menebar fitnah,” ujar Ferdinand mendebat. “Haaa ini ada, ini faktanya,” kata Ruhut. “Itu bukan fakta itu akun fitnah,” jawab Ferdinand kembali.

Perdebatan untuk melaporkan ke polisi pun terjadi antara keduanya. “Itu kan kata kau yang bicara hukum, pengadilan tempat kita mencari keadilan bukan TV ini,” kata Ruhut. “Ya laporkanlah ke polisi,” tantang Ferdinand. “Ya kan kau yang laporkan, sekarang yang merasa dirugikan siapa?,” ujar Ruhut kembali. Karena perdebatan semakin memanas, pembawa acara pun menengahi.