Tuesday, June 2Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kisah John Kei Si Pembunuh Sadis Yang Kini Jadi Pengkhotbah

Kisah John Kei Si Pembunuh Sadis Yang Kini Jadi Pengkhotbah

Tersangka kasus pembunuhan Bos Sanex Steel Indonesia yaitu Tan Harry Tantono pada tahun 2013 lalu, yakni John Refra Kei sekarang telah mendekam selama lima tahun di dalam Lapas Nusakambangan, Cilacap. John Kei telah dijatuhi hukuman selama 16 tahun penjara atas kasus pembunuhan yang telah dilakukannya itu. Dilansir oleh TribunWow.com dari Nawalaksp.id, pada hari Selasa tanggal 12/11/2018, John Kei yang dulu dikenal sangat kejam dan tidak kenal ampun ketika menghabisi targetnya saat ini berubah menjadi sosok yang lebih baik setelah mendekam selama lima tahun didalam  penjara super maximum (penjagaan sangat tinggi) di Nusakambangan.

Nusakambangan memang dikenal sebagai penjara dengan penjagaan sangat ketat dan ditempati oleh para narapidana dengan resiko tinggi. Di dalam penjara tersebut, para napi mendapat perlakuan yang berbeda dari penjara yang lain pada umumnya. John Kei ditempatkan di dalam satu kamar dengan kamera yang selalu mengintai sepanjang waktu. Selain semua aktifitasnya yang terpantau oleh kamera, ia juga dilarang berinteraksi dengan para napi lainnya.

Hal itu harus diterima oleh John Kei selama masa tiga bulan awal penjara. Setelah tiga bulan mendekam di sana, akhirnya John Kei dipindahkan ke bagian Lapas Nusakambangan lainnya yaitu Lapas Permisan. Lapas Permisan memiliki kategori napi dengan beberapa kategori yatu salah satunya adalah resiko menengah, di sana John Kei memang diperbolehkan untuk berinteraksi dengan para napi lainnya.

Tak hanya itu John Kei pun diajari untuk memiliki keterampilan individu yakni keterampilan membatik atau lainnya. Dalam masa tahanannya itu, John Kei mengaku banyak menghabiskan waktunya dengan membaca dan juga beribadah. “Saya dulu tidak pernah sama sekali ada waktu untuk beribadah. Tapi Nusa Kambangan membawa Tuhan hadir kembali di dalam diri saya,” ujar John Kei.

Ia pun juga mengaku menyesal dengan perbuatannya selama ini dan ingin menghapuskan masa lalunya tersebut yang pernah ia lakukan. Dirinya juga ingin selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan meminta bantuan dari Tuhan pula agar mampu bertahan di masa hukumannya ini. “Jika saya mati nanti, saya ingin masuk surga. Bukan masuk neraka kerena perbuatan bunuh diri,” ujarnya.

Meskipun memang baru menjalani lima tahun hukuman di dalam penjara, John Kei mengaku telah banyak perubahan terjadi di dalam dirinya. Ia pun sekarang telah menjadi pengkhotbah dan memberikan banyak pencerahan bagi narapidana yang lainnya. “Saya ingin menjadi manusia yang baru ketika saya keluar nanti dari penjara. Saya ingin menyerahkan hidup saya kepada Tuhan,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Tan Hary Tantono atau Ayung yang menjadi korban dari John Kei sempat menjadi sorotan saat dirinya muncul di dalam kasus Hambalang dengan terdakwa mantan ketua umum partai Demokrat yaitu Anas Urbaningrum. Nyawa Ayung diketahui dihabisi di sebuah kamar hotel 2701 di sebuah kamar Swiss-Belhotel, Sawah Besar pada hari Selasa, 27 Januari 2012 yang lalu. Ia ditemukan tewas dalam keadaan leher hampir putus dan luka tusukan pada sekujur tubuhnya itu.