Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kisah Gadis Unbroken Wings Mantan Pramugari Lion Air

Kisah Gadis Unbroken Wings Mantan Pramugari Lion Air

Kecelakaan tragis pesawat Lion Air JT610 kemarin, seakan mengorek luka lama seorang wanita cantik bernama Laura Lazarus. Laura merupakan mantan pramugari maskapai Lion Air, yang dua kali mengalami kecelakaan pesawat dengan kondisi luka yang sangat fatal. Menjadi pramugari adalah impian Laura sejak kecil. Dukungan penuh dari orang tua, membuat cita-cita Laura terwujud di usia 19 tahun. Tepat di tahun 2002, Laura diterima sebagai pramugari di maskapai Lion Air. Tentu saja ia sangat antusias dalam pekerjaannya.

Tetapi pada Juli 2004, pesawat Lion Air yang diawaki Laura tergelincir beberapa ratus meter dari Landasan Udara Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan. Roda pesawat amblas ke lumpur dan membuat panik seluruh awak dan 154 penumpang. Syukurlah, penumpang selamat dan berhasil diturunkan lewat pintu darurat.

Sayangnya, cerita Laura menjadi pramugari harus berakhir pada bulan November 2004. Dengan pesawat yang sama, Lion Air JT538 yang diawaki Laura kembali mengalami kecelakaan. Pesawat menghantam pemakaman di dekat bandara Adi Sumarmo, Solo. Akibat kecelakaan dengan hantaman yang dahsyat itu, Laura dan awak lain, serta seluruh penumpang terhempas keras. 34 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan maut tersebut, termasuk Dessy teman Laura. Sebelum terbang, Laura merasa ada firasat tak nyaman. Ia melihat pilot dan copilot maupun rekan awak lain nampak bermuka muram.

Laura sempat sadar dan mendengar rintihan para penumpang yang terluka. Namun, ia sendiri merasakan sakit luar biasa ketika tubuhnya digerakkan. Beberapa tim penyelamat, mengira Laura sudah tewas karena tubuhnya di bawah tumpukan mayat penumpang. Tetapi, tanda-tanda kehidupan masih ada, lantas ia dibawa ke rumah sakit.

Kondisi Laura cukup parah. Wajah bagian kanan tulang pipinya remuk dan sobek. Pinggang sampai kaki patah. Kaki kanan seperti membusuk karena ada luka menganga. Bahkan dokter menyarankan amputasi, namun orang tua Laura memilih perawatan di luar negeri. Laura mengaku, setelah sadar dari koma 3 hari, ia melihat dirinya seperti monster menakutkan.

Belasan kali operasi dilakukan, termasuk menanam logam untuk memperbaiki wajah Laura. Kini Laura bisa kembali bangkit walaupun harus berjalan dengan tongkat. Tak hanya itu, Laura membunuh impiannya menjadi pramugari dan sekarang ia menggeluti dunia kepenulisan dan penerbitan buku. Ia menuliskan kisah-kisah hidupnya yang luar biasa untuk menginspirasi siapa saja.

Yang ia sesalkan, pasca kecelakaan tragis tersebut pihak maskapai tak memberikan apresiasi atas kinerjanya selama menjadi pramugari. Dan musibah yang dialami Lion Air JT610 kemarin, apakah suatu bentuk kelalaian maskapai? Jika benar, semoga pihak maskapai bisa segera membenahi kelalaian ini, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas musibah yang terjadi.