Wednesday, June 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kepala Desa Ini Tutup Jalan Desa Karena Alasan Konyol Ini

Kepala Desa Ini Tutup Jalan Kampung Karena Alasan Konyol Ini

Kepala Desa petahana di Desa Rejorsari telah menutup akses jalan dengan tembok beton. Soalnya, dia tak terima dengan kekalahannya di pemilihan kepala desa. Jalan yang terletak di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ini merupakan akses yang menghubungkan Desa Rejosari dan Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmadja mengatakan, pemblokiran tersebut dilakukan di atas tanah milik kepala desa tersebut. “Dibuat pada saat pemilik menjadi kades, namun belum dihibahkan. Jadi saat tidak terpilih, petahana atau pemilik menutup jalan tersebut,” beber Agus. Lebih lanjut, Agus mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan tindakan persuasif kepada si petahana supaya mau kembali membuka akses jalan itu.

Jalan Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, telah ditutup dengan tembok beton. Penutupan jalan ini memang dipicu calon kepala desa petahana yang tak terima dengan kekalahan saat pilkades. Peristiwa ini sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmadja pun mengatakan, jalan yang diblokir memang merupakan akses yang menghubungkan Desa Rejosari dan Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek. Namun, pemblokiran tersebut dilakukan di atas tanah milik kades petahana itu sendiri.

“Dibuat pada saat pemilik menjadi kades namun memang belum dihibahkan, jadi saat tidak terpilih lagi saat pilkades, petahana atau pemilik menutup jalan tersebut,” beber Agus saat dihubungi kumparan, Kamis (3/1).

Lebih lanjut, Agus mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan tindakan persuasif. Yakni dengan mendorong kepada oknum-oknum yang bersangkutan agar melakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Disinggung terkait tindakan yang mungkin dilakukan petugas seperti pembongkaran, Agus menyebut hal itu belum menjadi langkah prioritas. Pasalnya, areal yang dibangun tembok beton itu memang milik perorangan. “Karena memang itu areal miliknya, masih menjadi hak dia. Makanya musyawarah menjadi jalan terbaik mencari solusi,” ucap Agus.

Agus berharap warga setempat dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik dan kekeluargaan. Sehingga tidak menimbulkan konflik yang justru merugikan. Mengingat jalan tersebut merupakan akses yang sering digunakan warga untuk aktivitas perekonomian.