Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kenyataan Pahit Untuk Orangutan Yang Diberondong Peluru 74 Kali

Kenyataan Pahit Untuk Orangutan Yang Diberondong Peluru 74 Kali

Hope, orangutan yang diberondong 74 tembakan senapan angin, dilansir dari @mongabayid. Dipastikan buta total dan tidak mungkin dilepasliarkan kembali. Hope menjalani operasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Sibolangit, Sumatra Utara, Minggu (17/3/2019). Namun, operasi tidak sampai mengambil 74 peluru yang berada di dalam tubuhnya.

Operasi hanya dilakukan untuk menyambung kembali tulang bahu sebelah kanan yang patah dan pengangkatan 7 buah peluru. Baru tujuh peluru yang sudah diangkat karena kondisi yang masih terluka parah dan tidak memungkinkan untuk mengangkat semua peluru. Tubuh Hope akan punya banyak luka jika seluruh peluru dikeluarkan. Jadi, operasi pengangkatan puluhan peluru akan dilakukan ketika kondisi Hope sudah stabil.

Dalam operasi itu, tim dokter hewan dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan dokter spesialis ortopedi Andreas dari Swiss memasang pelat pada bahu Hope. Untuk mencegah terulang kembali peristiwa yang mengancam satwa dilindungi ini, BKSDA dan Polda Aceh akan amankan senapan angin ilegal dan akan usut tuntas kasus penembakan Hope.

Hope, orangutan yang dihujani 74 butir peluru telah menjalani operasi pada tulang bahu yang patah di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara. Saat ini orangutan yang berusia 30 tahun itu masih dalam perawatan pasca operasi dan diharapkan proses penyembuhan bisa berjalan baik.

Operasi yang dijalani Hope tepat satu minggu setelah berada dalam perawatan Tim SOCP (Sumatran Orangutan Conservation Programme). Operasi pada Hope dilakukan pada Minggu (17/3) oleh tim medis SOCP bersama Dr. Andreas Messikommer, seorang ahli bedah tulang dan saraf pada manusia, yang berasal dari Swiss.

“Operasi pada orangutan Hope membutuhkan waktu lebih dari 3 jam. Dalam prosesnya ditemukan juga bahwa tulang bahu yang patah mengakibatkan robeknya kantong udara (air sac) Hope,” kata drh Yenny Saraswati, Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, Senin (18/3).

Yenny mengatakan tulang bahu dan kantong udara yang robek ini sudah mengalami infeksi lokal sehingga tim melakukan penanganan pada area yang terinfeksi terlebih dahulu. Tim juga sedang melakukan penutupan luka-luka lain yang berada pada bagian-bagian tubuh Hope seperti di tangan dan kaki.

“Dalam operasi ini tim medis belum mengeluarkan peluru yang masih ada di tubuh Hope. Karena masih memprioritaskan untuk melakukan penanganan pada tulang bahu, mengingat risiko infeksi pada bagian tersebut. Sepanjang proses operasi kondisi Hope cukup stabil,” jelasnya.

Sementara itu, drh. Citra Kasih Nente, Supervisor Rehabilitasi dan Reintroduksi untuk YEL-SOCP menjelaskan untuk orangutan ‘Hope’ ini meskipun nantinya berhasil diselamatkan, Hope tidak akan dapat dilepasliarkan lagi di alam, mengingat kondisinya yang buta total di kedua matanya akibat peluru.

“Keadaan ini pun membuat orangutan ‘Hope’ menjadi salah satu kandidat yang akan dipindahkan ke fasilitas Orangutan Haven yang saat ini sedang dalam proses pembangunan untuk mengoptimalkan kesejahteraannya selama hidup,” terangnya. Direktur SOCP Ian Singleton begitu Prihatin dengan maraknya perburuan orangutan. Kondisi Hope sejauh ini masih sangat serius dan tim medis SOCP tetap bekerja keras untuk mengupayakan keselamatannya.

“Kami sedih sekali dalam menghadapi kasus seperti ini, terutama karena ini bukan kasus pertama. Kami telah menerima dan juga merawat cukup banyak orangutan yang tubuhnya penuh dengan puluhan luka. Dan bahkan ada yang lebih dari seratus peluru akibat ditembak oleh masyarakat,” tukasnya.

Seperti diketahui, orangutan Hope mengalami penyiksaan sadis. Saat hope diselamatkan dari sebuah kebun sawit di Subulussalam, Aceh. Kondisinya sangat memprihatinkan dengan tubuh penuh luka sayatan dan 74 butir peluru bersarang di sekujur tubuh. Mirisnya lagi, bayi Hope berusia satu bulan mati karena gizi buruk.

Penggunaan senapan angin untuk berburu satwa liar seperti orangutan ‘Hope’ ini terus menambah korban. Dalam kurun waktu 10 tahun, SOCP telah menangani setidaknya 18 orangutan yang menjadi korban peluru senapan angin. Dari 18 orangutan korban ini total terhitung 482 peluru yang melukai bahkan menewaskan spesies yang terancam punah ini.