Tuesday, September 22Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kenapa Koruptor Indonesia Masih Bisa Nyaleg di Pileg 2019?

Kenapa Koruptor Indonesia Masih Bisa Nyaleg di Pileg 2019?

Ulasan Dunia – Setelah suksesnya Indonesia di Asian Games 2018 kita kembali harus menerima kenyataan bahwa di Indonesia masih banyak koruptor yang mudah dan bebas melakukan banyak hal yang mereka mau dan salah satu diantaranya yang  sedang ramai dibicarakan adalah banyaknya calon legislatif untuk Pileg 2019 nanti, wow sekali ya para koruptor ini.

Entah mengapa sulit sekali menghukum koruptor di Indonesia, entah mengapa masih banyak sekali koruptor yang masih bisa tersenyum lebar saat ketahuan korupsi dan tidak menunjukkan rasa penyesalan. Mereka selalu mengatakan tidak bersalah, namun setelah dinyatakan bersalah pun masih banyak yang tidak kapok dan kembali melakukan hal tersebut. Apa hukuman yang pas untuk para koruptor itu? Siapa yanng berani dengan tegas menghukum para koruptor agar kapok untuk melakukan tindakan korupsi lagi dan setidaknya memilki rasa malu dan penyesalan pada perbuatannya tersebut.

Disaat semua pertanyaan di atas belum ada jawaban lagi-lagi kita harus mendengar hal bodoh kembali tertuang dalam media mengenai para penjahat negara ini. Koruptor masih bisa nyaleg di Pemilihan Legislatif di tahun 2019 nanti. Keberadaan mantan caleg koruptor semakin meluas sampai ke seluruh penjuru negeri ini. Sampai 3 September 2018 saja diketahui bahwa Bawaslu sudah meloloskan belasan mantan napi koruptor untuk nyaleg di Pileg 2019.

Keputusan Bawaslu tersebut dipercaya telah menyalahi aturan PKPU Nomor 20 Tahun 2018 yang memuat larangan bagi mantan narapidana pengedar narkoba, kejahatan seksual dan koruptor sebagai legilastor atau calon anggonta legislatif. Bagaimana mungkin seorang mantan napi terutama koruptor bisa lolos dalam seleksi ini. Respon dari partai politik yang anggotanya pernah tersandung kasus korupsi dan mencalonkan diri kembali menjadi caleg pastilah akan membela orang-orang tersebut dengan banyak pembelaan khas partai politik, hhmmm.

Memang ada undang-undang yang masih bersifat rancu pada palu hukum untuk para koruptor ini. Padahal jika memang  belum ada undang-undang yang bisa membuat para koruptor jera ya silahkan buat saja kembali undang-undang bbbaru bagi para pelaku koruptor tersebut. Untuk info saja ini dia beberapa nama koruptor yang kembali mencalonkan diri di Pileg 2019, diantaranya adalah Abdullah Puteh (DPD Aceh), mantan gubernur Aceh (2000-2004) yang nilai korupsinya mencapai 12,5 miliar rupiah lalu ada syahrasaddin (DPRD Jambi), mantan sekda Provinsi Jambi (2014) yang nilai korupsinya sebesar 2 miliar rupiah lalu ada juga Nasrullah (DPRD Sidoarjo) mantan anggota DPRD (2010-2014) yang nilai korupsinya adalah 176,9 juta rupiah dan yang sedang ramai diperbincangkan adalah M.Taufik (DPRD DKI) wakil ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 yang korupsi sebesar 488 juta rupiah.

One Comment

Comments are closed.