Sunday, May 31Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kemenag Katakan Ini Pada Munculnya Kartu Poligami Di Indonesia

Kemenag Katakan Ini Pada Munculnya Kartu Poligami Di Indonesia

Kementerian Agama menegaskan kartu nikah berwarna kuning berikut kolom empat istri poligami yang beredar di media sosial adalah hoaks. “Itu bukan bentuk kartu nikah yang kami keluarkan. Itu adalah merupakan hoaks” ujar Kasubdit Mutu Sarpras dan Sistem Informasi KUA Anwar Saadi di Jakarta, pada hari Jumat (16/11).

Dia dengan tegas mengatakan kartu nikah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama memiliki warna dasar hijau dengan campuran warna kuning. Sementara pada bagian atas kartu diketahui bertuliskan kop Kementerian Agama. Selain itu juga, pada bagian tengah terdapat pula tiga kotak yang terdiri dari dua kolom atas yang berjajar berisi foto pasangan pengantin.

Selanjutnya ia juga menerangkan, bahwa di bagian belakang kartu nikah itu pastilah terdapat terjemahan ayat Al Quran, Surat Ar Rum ayat 21. Pada bagian bawah kartu, juga terdapat cap hologram Menteri Agama Republik Indonesia disertai dengan tahun pembuatan kartu. Selain itu pula, pada kotak bagian bawah kolom kode batang  atau barcode berisi sandi data riwayat peristiwa nikah pemilik yang bisa dipindai dengan menggunakan aplikasi ponsel cerdas.

Data di dalam kode batang itu akan tersinkronisasi dengan data yang ada pada Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). “Jadi pada kartu tersebut, hanya tersedia kolom foto bagi sepasang pengantin saja. Satu suami dan juga satu istri,” terang dia. Ia pun juga menegaskan bahwa di dalam kartu nikah tersebut tidak ada kolom istri kedua dan seterusnya atau pun yang lainnya.

Permasalahan poligami di Indonesia memang seringkali menjadi polemik pada masyarakat. Jika dilihat dari segi agama Islam, jelas ini memang diperbolehkan namun persyaratan agar seorang bisa diperbolehkan berpoligami pun sangat banyak dan cukup besar tanggung jawabnya. Hanya orang tertentu dengan keimanan luar biasa saja yang bisa menjadikan seorang pria bisa meraihnya. Bukan selama ini yang kita lihat, kebanyakan yang berpoligami hanyalah orang yang sok-sokan berlindung pada ajaran agama tanpa tahu apa tanggung jawabnya. Dan untuk para wanita, mari lebih cerdik lagi dalam menentukan masa depan terutama dalam masalah pernikahan.