Saturday, August 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kecanduan Pornografi Ternyata Lebih Berbahaya Daripada Kecanduan Narkoba

Kecanduan Pornografi Ternyata Lebih Berbahaya Daripada Kecanduan Narkoba

Akibat kecanduan video porno dikatakan lebih buruk daripada kecanduan kokain. Lantaran pornografi memang menimbulkan rangsangan terhadap hormon kebahagiaan atau hormon dopamine. Hormon dopamine memiliki peran penting dalam sistem otak yang memiliki tanggung jawab atas pengalaman yang memberikan rasa senang. Zat yang terkandung di dopamine ini menyebabkan kecanduan seperti narkoba, yang membuat kita ingin mengulangi sensasi yang sama.

Kecanduan pornografi dapat menyerang sisi mental si pecandu dan ini sangat erat kaitannya dengan bermacam penyakit mental seperti depresi, disfungsi ereksi, dan kurang konsentrasi sampai motivasi. Juga membuat seseorang jadi lebih mudah cemas.

Parahnya lagi, seseorang yang kecanduan akan dihantui dengan persepsi negatif atas dirinya sendiri dan ini sangat berpengaruh saat menjalin hubungan dengan seseorang. Sebab berimbas pada hilangnya rasa rasa percaya diri. Selain itu, kecanduan pornografi dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah lupa atau pikun.

World Health Organisation menyatakan bahwa adiksi atau kecanduan pada hal tertentu, bisa berdampak bahaya. Salah satu adiksi yang bisa memberi efek buruk yaitu pornografi. Saat ini, adiksi pada game di gawai menjadi suatu kekhawatiran karena menimbulkan kecanduan berlebih pada anak. Terlebih, kecanduan game itu sudah dikategorikan sebagai sebuah penyakit.

“Adiksi apa pun berbahaya,enggak hanya adiksi game. Yang saat ini dikhawatirkan lebih kepada adiksi pornografi, jika dikaitkan dengan adiksi game yang ada di gawai,” kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Eni Gustina, MPH., ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta.

Eni melanjutkan, bentuk adiksi pornografi rentan mengintai anak-anak maupun generasi muda Tanah Air. Namun, adiksi pada hal ini masih belum diperhitungkan dibanding dengan adiksi pada obat-obatan terlarang. “Padahal dampak dari adiksi pornografi bisa lebih jahat dari narkoba. Narkoba merusak diri sendiri saja, kalau pornografi dia merusak orang lain karena keinginan seksualnya,” tutur Eni.

Untuk itu, Eni dan tim Kemenkes RI sudah mulai melakukan skrining pornografi didua daerah yaitu Pandeglang dan Jakarta Selatan. Tak hanya itu, turut direncanakan proses sosialisasi di 34 provinsi dengan masing-masing 10 sekolah di tiap provinsinya.

“Tahun 2019 mulai kami sosialisasikan kurikulum kesehatan reproduksi remaja yang kami masukkan sebagai kurikulum pendamping. Diharapkan, dari 10 sekolah itu, bisa menyebarluaskannya pada sekolah lain di provinsinya,” tuturnya.