Wednesday, June 3Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kebiasaan Yang Harus Dihilangkan Jika Tidak Mau Dicap Bocah Ingusan (Part 2)

Kebiasaan Yang Harus Dihilangkan Jika Tidak Mau Dicap Bocah Ingusan (Part 2)

Menjalani hidup di usia 20-an memang tidak kolot-kolot banget sebenarnya. Meski memang harus lebih berhati-hati dalam bersikap karena semua hal agaknya harus dijalani dengan mandiri. Semua yang terjadi pada usia 20-an ada kaitannya dengan prinsip, kamu akan sering dihadapkan dalam beberapa pilihan yang sulit. Kalau kamu masih terjebak pada keseruan umur belasan, bisa jadi kamu terjerembab pada kegagalan atau paling tidak kelambanan untuk berkembang memperoleh jati diri. Coba untuk optimis,dan tinggalkan sedikit egomu serta bersikap lebih dewasa.

1. Berprinsip, janganlah hanya ikuti alur orang lain karena kamu juga punya prinsip untuk bersikap

Kadang kamu sering terbawa suasana, meniru atau pun mencoba berperilaku seperti teman kebanyakan yang masih asyik dalam hingar bingar usia belasan. Harusnya kamu berbeda dari mereka, kamu punya prinsip yang harusnya kamu ciptakan sebagai tempat yang nyaman saat kamu jatuh atau butuh pembenaran. Kalau sampai saat ini kamu belum tahu prinsipmu menjalani hidup di usia segini, carilah pengalaman biar kian matang prinsipmu.

2. Sementara orangtua mengarahkan, kamu tetap harus berani mengungkapkan apa yang dirimu mau, pastinya dengan cara yang baik

Kamu memang sangat harus nurut dengan kebaikan yang diajarkan oleh kedua orang tuamu. Tapi kamu juga punya hak untuk berpendapat. Mau tidak mau kamu adalah orang yang akan menjalani masa depanmu sendiri. Rencanakan dengan baik semuanya, kalau pun itu akhirnya akan bertentangan dengan orang tuamu, coba ambil jalan tengah dan komunikasikan baik-baik dengan kedua orang tuamu.

3. Selain harus menentukan cita-cita sendiri, kamu juga sudah harus memikirkan saudara kandung dan orangtuamu

Kamu punya saudara, keluarga yang memberikan kasih sayang tiada tara. Kamu memang harus memulai memahami bahwa apa yang kamu lakukan secara tidak langsung juga akan berimbas kepada mereka. Seperti halnya cita-cita, apa yang kamu usahakan dan harapkan di masa depan pasti akan berimbas pada keluargamu. Coba gunakanlah sebisa mungkin waktu luang untuk memikirkan masa depan kamu.

4. Mulai mencoba berkenalan dengan orang-orang baru yang visioner, kamu harus berkembang lebih mekar jangan stagnan

Jangan berhenti di satu tempat, jangan berhenti di satu tahap yang tidak akan membawamu ke tahapan yang lebih baik. Kamu pasti bisa berkembang, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya saat di usia muda, carilah orang-orang yang berpandangan maju dan juga visioner. Semoga kamu akan mendapatkan teman-teman baru yang optimis dan juga visioner sepertimu.

Kedewasaan seseorang memang tidak bisa dihakimi untuk lahir di usia tertentu, tak bisa digeneralisir secara pasti. Banyak hal bisa terjadi di luar sana yang sering dialami orang-orang pada usia 20-an, mereka paham sekali akan kedewasaan dalam bersikap. Perkara kedewasaan mungkin kita akan selalu mengaitkannya dengan pengendalian akan emosi, karena di beberapa fenomena di sekitar kita, kejadian miris terjadi atas kelemahan dalam pengendalian emosi. Kita pasti mengenal istilah baper dan segala macamnya, hal negatifnya adalah mereka yang terlalu terbawa perasaan akan jatuh pada kesedihan atau kegembiraan yang melempar mereka pada keputusan yang sangat miris; bunuh diri atau hilang kendali. Semoga kamu selalu dilindungi oleh optimis, kebahagiaan serta kemampuan mengendalikan emosi di usia 20-an.