Wednesday, June 3Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kebiasaan Yang Harus Dihilangkan Jika Tidak Mau Dicap Bocah Ingusan (Part 1)

Kebiasaan Yang Harus Dihilangkan Jika Tidak Mau Dicap Bocah Ingusan (Part 1)

Menjelang masuk usia kepala dua, sebagian remaja sudah tidak sadar dan masih terbawa dalam suasana hingar bingar umur belasan. Kamu yang memang baru saja merayakan ulang tahun ke 19 harus mulai sadar kalau kebiasaan masa remaja tidak melulu baik diterapkan pada usia 20-an. Kamu tentu tidak mau dibilang masih bocah padahal umur kamu sudah kepala dua. Sedangkan banyak teman sebaya yang memang sudah mulai merasakan kedewasaan pada usia 20-an. Jangan mau kalah, daripada kamu dibilang terus-terusan masih bocah, lebih baik perlahan ganti kebiasaan lama dengan yang baru.

1. Cuma bocah yang bisa bahagia karena menganggur, sebisa mungkin kamu harus cari kesibukan, bikin tempat nongkrongmu berfaedah

Usia belasan memang sedang akrab-akrabnya sekali dengan pencarian jati diri, masih suka bermain dengan teman SMA atau pun nongkrong bareng gebetan dengan masa depan yang masih “abu-abu”. Kamu yang memang sebentar lagi masuk usia kepala dua, haruslah mulai memahami bahwa kebiasaan nongkrong jika tanpa tujuan yang berfaedah harus segera diubah. Sayang tentunya kalau masa mudamu begitu-begitu saja sementara di luar sana banyak yang bisa bikin bangga.

2. Sudah tidak zaman menyelesaikan masalah dengan amarah yang meledak-ledak, selesaikan masalah dengan kepala dingin

Usia muda dan penuh emosi, kaitannya dengan dua hal itu suka atau tidak suka kamu akan bertemu dengan dua hal, amarah serta kesedihan. Kontrol amarah di usia belasan yang memang masih labil harus segera ditanggalkan, kesedihan yang menderu di usia muda pun harus disikapi dengan cukup dewasa saat masuk usia 20-an. Agar kamu tidak selalu marah-marah, atau pun galau tanpa penyelesaian yang membahagiakan.

3. Bukan kemarin dan juga hari ini saja, kamu sudah punya cita-cita realistis untuk hari esokmu. Sebab ini menyangkut masa depan

Bagaimana tentang kamu merawat dirimu untuk menyongsong masa depan? Apakah hanya dengan berpangku tangan dan hanya berharap mendapat bantuan dari keluarga? Kalau terus-terusan begini tentu saja harapanmu tinggal hanya sebuah harapan. Mulai sekarang coba pertimbangkan segala perencanaan untuk masa depanmu. Jika kamu berhadapan dengan banyak pilihan, segeralah pilih dalam kepastian tanpa ada ragu, usahakan kamu sudah memikirkannya dengan panjang lebar.

4. Jangan selalu meminta bantuan pada orangtua, siapkan diri untuk bisa hidup mandiri serta tak perlu menunggu mendapat pekerjaan mapan

Orang tuamu tidak akan ingin anaknya terus-terusan bergantung kepadanya, apalagi hal-hal kecil yang sebenarnya kamu bisa lakukan sendiri, dan memang harusnya kamu lakukan sendiri. Ada banyak hal yang sesungguhnya bisa kamu lakukan sendiri, bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari melainkan juga kewajiban seperti belajar serta menabung untuk kebutuhan sendiri. Apa kamu mau manja terus selamanya.