Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Karena Alasan Ini, UAS Dilaporkan Kepada Pihak Kepolisian

Ustaz Abdul Somad atau UAS dilaporkan oleh Organisasi Massa yang bernama Brigade Meo Nusa Tenggara Timur kepada Kepolisian Daerah NTT, pada hari Sabtu kemarin. Laporan tersebut dilayangkan karena UAS diduga telah menistakan salib dan patung yang merupakan simbol agama Katolik dan Kristen Protestan dalam video yang tersebar di media sosial.

“Kami sudah laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda NTT terkait ceramahnya yang melecehkan umat Kristen dan Katolik,” ungkap Anggota Brigade Meo, Jimy Ndeo. Jimy mengatakan, khotbah UAS yang viral di media sosial itu dinilai sudah sangat meresahkan dan mencederai umat Kristen dan Katolik di Indonesia, terlebih umat di NTT. Untuk itu, UAS dinilai harus mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut.

“Apa yang dikatakan Ustaz Abdul Somad dalam videonya itu sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih umat Kristen dan Katolik. Dia harus bertanggung jawab,” kata Jimy. Jimy menyayangkan tausiah yang disampaikan UAS. Dia meminta kepada UAS untuk bisa memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada umat Kristen dan Katolik.

“Kami laporkan Ustaz Abdul Somad sebagai pribadi, tak ada kaitannya dengan umat Muslim. Jika Ustaz keliru, maka kami harap ada permohonan maaf dan klarifikasi,” katanya.(FP-08). Dua organisasi massa Katolik di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, yakni Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Mapolres Sikka pada Sabtu sore (17/8).

Penyebabnya, diduga karena UAS telah menistakan salib dan patung yang merupakan simbol agama Katolik dan Kristen Protestan dalam ceramahnya. Adapun, video ceramah UAS itu kini sudah tersebar luas di media sosial.

Pantuan florespedia, puluhan anggota Forkoma PMKRI dan PMKRI Cabang Maumere mendatangi Mapolres Sikka dan menyampaikan laporan polisi di bagian SPKT. Selain memasukan laporan tertulis, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI, Filipus Kako Pati, juga membacakan alasan pihaknya melaporkan Ustaz Abdul Somad.

Filipus Kako Pati mengatakan, konten tausiyah Ustaz Abdul Somad yang diunggah di akun instagram @kajianustadzsomad itu memuat poin penistaan terhadap agama Kristen karena dianggap menghina simbol keselamatan umat nasrani, yaitu patung dan salib.

“Mengutip ayat-ayat yang berada dalam kitab suci agama Anda. Agamamu adalah agamamu. Agamaku adalah agamaku. Oleh karena itu, hari ini dan seterusnya jangan pernah mengurus agama lain apalagi menyangkut konten atau materi yang tidak ada hubungan dengan agamamu,” ungkap Bernadus.

Anggota Forkoma, Siflan Anggi, menyampaikan bahwa pernyataan UAS dalam video itu tidak menunjukkan pernyataan dari seorang ustaz. Sebab, menurutnya, ustaz harusnya memberi pernyataan yang menyejukkan, seruan untuk kedamaian. Dia meminta kepada pihak Polres Sikka untuk segera memproses laporan polisi yang disampaikan ke Polda dan ke Polri.

“Kalau UAS dalam video yang viral itu benar-benar mencederai iman umat Katolik sedunia. Pernyataan tersebut sudah sangat bahaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dia sudah merusak sendi-sendi keimanan sesama umat beragama di Republik ini,” ungkap Siflan Anggi. Anggota Forkoma lainnya, Viktor Nekur, juga mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya berharap dari sisi penegakan hukum, negara ini negara hukum, negara ini punya daya paksa terhadap masyarakat yang melanggar hukum. Jangan sampai terjadi kasus Ustaz Abdul Somad ini menjadi kasus Habib Rizieq jilid 2 atau hanya menjadi laporan dan didiamkan atau laporan dan hilang,” ungkap Viktor Nekur.