Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kain Songket Mahal Tetap Awet, Ini Cara Perawatan Yang Benar

Kain songket memang dijual dengan harga cukup mahal, hal ini karena proses pembuatan yang cukup lama dan kualitas kainnya selalu terbaik. Bahkan kain tenun sudah menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang masih dipertahankan hingga kini, songket kini juga banyak digunakan untuk acara formal, bukan hanya ikut serta dalam upacara pernikahan adat saja.

Hal yang paling mencolok terakhir dari kain songket digunakan pada acara pernikahan putri satu satunya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dimana menggunakan kain tradisional daerah tersebut untuk baju pengantin putrinya. Digunakan untuk memadukan kebaya dengan detail kwaroski, bahkan membuat pengantin wanita menjadi terlihat lebih anggun dan ramping.

Bahkan untuk laki-laki juga bisa menyisipkan songket, untuk menantunya, desain pakaian pengantin cukup unik. Dimana memiliki darah batak, digunakan baju godang dengan warna hitam, namun tetap menyisipkan songket untuk bawahan yang melingkar celananya. Ini tetap terlihat gagah dengan tambahan mahkota di kepala.

Sudah jelas, menggunakan songket akan membuat Anda naik satu tingkat level sosial. Dimana harganya cukup cukup mahal, sehingga tidak bisa digunakan untuk setiap harinya. Selain itu, juga membutuhkan perawatan khusus, namun tidak perlu harus mengeluarkan uang lebih. Anda bisa merawat kain songket sendiri di rumah, bahkan hasilnya akan lebih baik.

Baca juga : Pengantin Baru Akan Membeli Rumah, Hindari Kesalahan Ini

3 Cara Mudah Untuk Merawat Kain Songket

  1. Songket Tidak Perlu Di Cuci

    Setiap pakaian kotor atau sudah Anda gunakan tentu akan di cuci, supaya bersih dan siap digunakan kembali. Namun tidak dengan kain songket, karena material yang cukup sensitif dan untuk menghindari terjadi kerusakan, pada warna dan tekturnya, sebaiknya disarankan tidak di cuci seperti mencuci pakaian pada umumnya.

    Jangan menggunakan detergen, apalagi yang bubuk. Ini sangat keras, bisa merusak kain yang cukup rentan tersebut. Ada baiknya hanya menganginkan songket saja, jika memang sudah sangat kotor dan muncul bau tak sedap, pilih laundry yang memberikan fasilitas dry clean, ini akan membuat songket tetap awet dan bisa digunakan puluhan tahun mendatang.

  2. Songket Tidak Perlu Di Lipat

    Jika Anda melihat display menjual songket, tidak ada kain yang dilipat dengan ukuran terlalu kecil, bahkan dibiarkan membujur. Jika memang tempat penyimpanan terbatas, bisa kok membungkus dengan lebih rapi dan tetap awet. Namun usahakan untuk menghindari tumpukan dan menggunakan plastik.

    Caranya, gulung dengan pipa dari kardus atau kertas tebal, kemudian dibungkus dengan kertas minyak atau kertas HVS biasa. Hindari dari plastik dan koran, karena bisa membuat noda tambahan dan kain menjadi lebih kering. Selain itu, penggunaan plastik bisa memicu adanya bintik hitam dan jamur yang dapat merusak kain.

  3. Cengkih dan Merica Sebagai Pewangi Alami

    Anda biasanya menggunakan kamper atau kapur barus, ini memang bisa menghilangkan bau busuk dan menghindari rayap. Apalagi jika berada di tempat lembab, maka bisa terkena kutu dan ngengat. Ada baiknya menggunakan cengkih atau merica di sekitar kain songket, ini akan memberikan aroma yang membuat kutu atau jamur tidak suka namun juga tidak merusak kain. Caranya, tempatkan dalam kantung plastik kecil, kemudian tusukkan dan biarkan aroma alaminya keluar.

Jadi sudah tidak perlu khawatir lagi kain songket akan rusak, ternyata juga tidak sulit untuk merawatnya. Bahkan tidak perlu mengeluarkan budget khusus untuk membawa ke binatu setiap setelah digunakan, lakukan perawatan sendiri, ini akan membuat Anda mengerti kenapa songket di buat sangat lama karena memang sangat bagus digunakan.