Wednesday, July 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Kadin Di Bojonegoro Dilaporkan Istri Karena Lakukan Hal Mesum Ini

Kadin Di Bojonegoro Dilaporkan Istri Karena Lakukan Hal Mesum Ini

Sebuah temuan tak terduga membuat seorang istri di Bojonegoro nekat melaporkan suaminya ke polisi. Pasalnya, wanita yang juga merupakan istri seorang Kepala Dinas di Bojonegoro tersebut terang-terangan mendapati ponsel suaminya berisi sebuah video mesum. Terlebih, setelah dicermati rupanya video asusila tersebut diperankan langsung oleh sang suami bersama dengan seorang wanita.

Parahnya lagi, rupanya wanita dalam video tersebut merupakan rekan sejawat suaminya, namun beda kota. Dikutip GridHot.ID dari Surya Malang, Kepala Dinas di Bojonegoro (IS) dilaporkan karena selingkuh dengan seorang perempuan lain yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas di Kota Pasuruan (NW) dengan bukti video mesum perbuatan perselingkuhan mereka.

Perselingkuhan yang direkam dalam ponsel itu terbongkar ketika istri IS, TP (52) melihat sendiri rekaman video porno itu dari ponsel suaminya. “Saya telah menemukan video porno (Antara IS dan NW) di Handphone suami saya. Kejadiannya itu sekitar 9 bulan yang lalu. Selama ini saya hanya diam saja sempat diancam,” ungkap TP di Mapolda Jatim, Kamis (11/4/2019).

TP (52) akhirnya melaporkan suaminya (IS) ke Ditreskrimum Polda Jatim. Dia melaporkan kalau suaminya yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai surat laporan nomor polisi LPB/234/III/UM/JATIM/ hari Kamis (21/3/2019) tentang perkara perzinahan dan kekerasan psikis dalam rumah tangga di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

TP mengatakan dugaan perselingkuhan suaminya dengan Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan sudah terjadi tahun lalu mulai Januari dan Februari 2018. Ia sendiri mengetahui suaminya selingkuh pada Juli 2018. Korban juga sempat diancam oleh suaminya supaya tidak mempermasalahkan perselingkuhannya tersebut.

Akan tetapi justru suaminya yang mengajukan cerai pada April 2019. Karena itulah pihaknya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Mapolda Jatim. Dikatakannya, permohonan perceraian yang sempat diajukan suaminya ditolak oleh Pengadilan Agama Bojonegoro karena tidak mendapat izin dari Bupati.

“Dikira saya itu tidak ada bukti saya laporan ke BKD dam BKN. Saat sidang pertama itu tidak disetujui Pengadilan Agama karena belum ada izin dari Bupati. Saya merasa telah diinjak harga diri saya akhirnya saya melapor,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya berharap Polda Jatim mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas sekaligus memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatan suaminya. “Ya inginnya hukumannya setimpal sesuai perbuatannya dan dipecat,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera juga membenarkan ada laporan korban perselingkuhan itu. Yang telah dilakukan Kepala Dinas Bojonegoro dengan Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi bersama penyidik Ditreskrimum Polda Jatim mengenai kasus tersebut.

“Iya benar ada laporan itu sudah dilakukan penyidikan bahkan yang bersangkutan sudah tersangka,” ujar Barung Mangera. Sementara itu, dikutip dari Tribun Wow, ancaman pidana bagi pelaku perzinahan menurut Pasal 284 KUHP, pelaku tindak pidana perzinahan diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Dalam prakteknya, KUHP Pasal 284 saling berkaitan dengan Pasal 27 BW (Burgerlijk Wetboek) : “Pada waktu yang sama, seorang laki-laki hanya boleh terikat perkawinan dengan satu orang perempuan saja dan seorang perempuan hanya dengan satu laki-laki saja.”