Sunday, March 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Jokowi Pede Katakan Ini Terkait Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Jokowi Pede Katakan Ini Terkait Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Pemerintah telah mengklaim bahwa performa perekonomian Indonesia cukup baik di tengah gejolak ekonomi global. Misalnya saja dari sisi inflasi, pemerintah memperkirakan inflasi 2018 akan berada sekitar 3,2 persen. Selain itu pula, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2018 juga tercatat mencapai 5,17 persen.

Tidak heran hal ini akan bisa mendongkrak performa rupiah yang belakangan sempat terdepresiasi. Pada hari Jumat (30/11) pukul 10.29 WIB, rupiah menguat tajam, berada pada posisi Rp 14.265. Performa bagus dari rupiah kembali berlanjut di hari selanjutnya yang berada di kisaran Rp 14.220-Rp 14.240. Fenomena menguatnya rupiah diamini oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, salah satu penyebab rupiah bisa menguat tajam akhir-akhir ini adalah banyak arus modal asing masuk ke Indonesia.

“Saya dengar arus modal infonya sudah kembali lagi masuk, masuk, dan terus masuk. Jangan kaget nanti kalau dolar AS turun terus, enggak tahu sampai berapa. Tapi kita pun juga ingin turunnya tidak drastis karena kita masih membutuhkan untuk persaingan dalam ekspor produk Indonesia,” ungkap Jokowi saat menghadiri CEO Network di The Ritz-Carlton, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (3/12).

Bagi Presiden Jokowi, kondisi-kondisi tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia semakin membaik. Hal tersebut tidak lain dikarenakan kinerja pemerintah yang sangat berhati-hati dalam mengelola fiskal dan moneter. Dampaknya, kepercayaan internasional pun semakin meningkat kepada Indonesia. “Karena pengelolaan fiskal kita yang sangat begitu hati-hati, prudent dan itu menambah kepercayaan internasional terhadap negara kita. Apa sih yang ingin kita bangun? Yang kita bangun adalah trust, tingkat kepercayaan. Bahwa kita dalam mengelola fiskal, mengelola moneter secara hati-hati,” tandasnya.

Lantas sebenarnya apa yang membuat Jokowi merasa percaya diri (pede) bila rupiah akan terus menguat?

Faktor Eksternal

Dari faktor eksternal, terdapat sekitar 3 sentimen yang datang dari Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Argentina. Terakhir ialah menurunnya harga minyak dunia selama periode November 2018.  Pertama, penguatan rupiah ini memang dipicu oleh pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang memperlunak pandangannya (stance) terkait suku bunga acuan.

Powell mengatakan, kebijakan tingkat suku bunga saat ini telah di bawah perkiraan atau mendekati level netral untuk bisa mengerem atau meningkatkan ekonomi AS menjadi sehat. Komentar Powell itu dianggap menjadi tanda bahwa bank sentral bisa lebih dekat dari yang diharapkan untuk mengakhiri dorongannya menaikkan suku bunga.

Faktor Internal

Dari dalam negeri, terdapat 3 faktor pendorong penguatan mata uang Garuda. Faktor pertama ialah makroekonomi. Kondisi dari makroekonomi Indonesia juga menjadi sentimen positif membaiknya kurs rupiah selama sebulan terakhir.  Inflasi pada kuartal III-2018 berada di angka 3,23 persen (year-on-year/yoy). Angka inflasi masih dalam batas aman karena berada di bawah sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III juga tercatat mencapai 5,17 persen. Kemudian akhirnya defisit anggaran terjaga di angka 1,6 persen terhadap GDP hingga Oktober 2018, atau masih di bawah target pemerintah di angka 2,12 persen.

Related Post

Kisah Para Korban Selamat Dari Aksi Penembakan KKB... Salah seorang saksi yang berhasil selamat dari peristiwa penembakan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yaitu Jim...
Kuliner Ini Diperebutkan Oleh Tiga Negara Di Asia ... Akhir-akhir ini media sosial sedang diramaikan dengan postingan soal cendol yang diklaim sebagai minuman yang berasal dari Singapura. Banyak warga M...
Spanduk Ini Viral Karena Sindir Tentang Kisruh Pem... Menjelang pemilihan presiden 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi, suasana politik di Indonesia sekarang ini semakin memanas. Mulai dari perang s...
Berikut Ini Tiga Calon Klub Baru Aaron Ramsey Gelandang asal Wales Aaron Ramsey tidak akan meneken kontrak baru bersama Arsenal. Sekarang ini The Gunners harus membuat keputusan apakah mereka ak...