Wednesday, January 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Jokowi Katakan Hal Tegas Ini Di Depan Kapolri Dan TNI

Jokowi Katakan Hal Tegas Ini Di Depan Kapolri Dan TNI

Presiden Jokowi memberikan arahan pada peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8). Dalam pengarahan itu, juga turut dihadiri oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga Menkopolhukam Wiranto.

Di hadapan mereka, Jokowi mengingatkan aturan main terkait karhutla pada tahun 2015 masih berlaku. Yakni, mencopot Kapolda, Kapolres, Danrem, hingga Pangdam yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Aturan main kita masih sama. Saya ingatkan pada Kapolda, Kapolres. Aturan main 2015 masih berlaku. Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, dan saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi 4 hari yang lalu, dicopot yang tidak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Jokowi di lokasi.

“Ada api sekecil apapun, selesaikan, Danrem, Pangdam, aturan mainnya tetap jangan meremehkan adanya hot spot. Jika api muncul, langsung padamkan,” lanjutnya. Sementara, untuk pemerintah daerah, Jokowi meminta agar ada koordinasi dalam penanganan dan pencegahan karhutla.

“Saya minta gubernur, kodam, kapolda kerja berkolaborasi kerja sama dibantu pemerintah pusat, Panglima TNI, Kapolri, BNPB, usahakan, jangan sampai kejadian baru kita bergerak,” jelasnya. “Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung,” imbuhnya.

Dalam pengarahan itu, Jokowi menyinggung karhutla tahun 2015 yang menimbulkan kerugian besar. Meski di tahun ini terjadi penurunan dibanding 2015, namun, tetap mengalami peningkatan kerugian dibanding 2018.

“Kebakaran hutan hampir di semua provinsi. Saya ingat kerugian mencapai Rp 221 triliun di 2015. Dengan lahan terbakar seingat saya 2,6 juta hektare. Oleh sebab itu peristiwa tersebut jangan sampai terjadi lagi,” jelasnya. “Dibandingkan tahun 2015, tahun ini turun 81 persen, tapi kalau dibandingkan tahun 2018, tahun ini naik lagi. Harusnya ini tiap tahun turun, menghilangkan total,” lanjutnya.

“Saya telepon ke Panglima TNI saya minta dicopot yang tidak bisa mengatasi, saya telepon lagi, mungkin 3 atau 4 hari lalu kepada Kapolri dengan perintah serupa, dicopot atau enggak bisa mengatasi namanya kebakaran hutan dan lahan,” kata Presiden Jokowi, Selasa, 6 Agustus 2019, saat memberikan pengarahan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, di Istana Negara, Jakarta.