Tuesday, September 22Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Jawaban Jack Ma Pada Soal Matematika Buat Semua Audiens Terdiam

Jawaban Jack Ma Pada Soal Matematika Buat Semua Audiens Terdiam

Siapakah yang tidak mengenal Jack Ma? Dia adalah sorang pebisnis sukses asal Tionghoa yang merupakan pemilik dari Alibaba group, yaitu salah satu perusahaan e-commerce terbesar di tiongkok. Belakangan ini Jack Ma memang sedang datang ke Indonesia seperti untuk bertemu presiden joko widodo juga menghadiri closing ceremony asian games 2018.

Jack Ma sering juga disebut sebagai manusia 570 triliun ini juga memang berasal dari negara yang pada tahun 2022 nanti akan menjadi tuan rumah Asian Games. Oleh sebab itu ia sangat disibukkan dengan jadwalnya di perhelatan asian games 2018 ini. Selain sebagai pebisnis, berkat kerja kerasnya ia juga  mampu bertindak sebagai motivator ulung tentunya. Nah pada satu kesempatan ia mengajar d kelas yang membahas prinsip-prinsip kehidupan, ada satu cerita menarik dari Jack Ma ini.

Sang manusia 570 triliun itu saat mengajar membuat satu tulisan yang kira-kira seperti ini di papan tulis :

  • 2+2=4
  • 4+4=8
  • 8+8=16
  • 9+9+19

Jika kita melihat tulisan itu tentulah kita mengerti itu adalah penjumlahan amtematika yang sangat mudah dan bisa dibilang hanya dasar dari mata pelajaran yang terkenal paling susah tersebut. Jika kita perhatikan lagi  maka disitu jelas terlihat Jack Ma salah menulis hasil dari 9+9=19 yang seharusnya adalah 18. Dan saat itu terjadi sontak Jack Ma langsung disoraki oleh para audiens yang hadir dalam kelas tersebut, dan Jack Ma dengan tenang menjawab, betul jawaban soal ini memang salah tapi 3 soal di atas saya tulis dengan jawaban yang benar. Mengapa kalian tidak memuji saya untuk ketiga jawaban tersebut namun malah hanya fokus dari satu kesalahan saya saja.

Dengan jawaban itu tentunya para audiens merasa tertampar karena kita memang hanya fokus pada hal negatif bukan pada hal yang positifnya. Pikiran negatif hanya membuat pikiran kita menjadi keruh  saja. Kita lebih mudah mencari-cari kesalahan orang ain ketimbang memberikan apresiasi untuk mereka yang berbuat benar. Namun ini realitas, memang lebih banyak orang yang ingat dengan sat kesalahan orang lain dibandingkan dengan beribu kebaikan yang telah ia lakukan.