Monday, October 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Jalur Politik Dalam Perpolitikan Almarhum Mbah Moen

Jalur Politik Dalam Perpolitikan Almarhum Mbah Moen

Sebagai salah satu ulama berpengaruh di Tanah Air, sepak terjang almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen tak bisa dipisahkan dari dunia politik. Di era 1970-an, Mbah Moen muda yang tengah mengembangkan Ponpes Al Anwar mulai meniti karier di dunia politik. Menjadi ulama dan politikus selama kurang lebih 50 tahun, restu dan doa Mbah Moen selalu dinanti hampir semua politikus, calon presiden hingga calon ketua umum.

Di tahun 1965, Mbah Moen, selepas belajar di Makkah, membantu sang ayah, Kiai Zubair Dahlan, mengembangkan Ponpes Al Anwar di Rembang. Saat itu, kelompok pengajian itu telah memiliki 3 kompleks bangunan. Mbah Moen muda memilih PPP sebagai kendaraan politiknya. Hingga akhir hayat, ia bersetia kepada partai berlambang kakbah tersebut.

Tahun 1970, ia terpilih menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Setelah itu, ia sempat rehat sejenak sebelum akhirnya menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode. Jabatan petinggi di pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jateng bolak balik diembannya. Di tahun 1998, ketika beberapa kader NU mendirikan PKB, Mbah Moen tetap setia kepada PPP.

Meski fokus di politik, ia terus terlibat langsung mengajar di Ponpes Al Anwar. Dalam wawancara khusus dengan kumparan Februari 2019, Dr. H. Rumadi Ahmad, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, mengatakan, ada faktor penting yang membuat Mbah Moen sungguh berpengaruh dan mempunyai ribuan santri di seluruh Indonesia.

Saat mengajar, Mbah Moen membangun sebuah chemistry dengan santri-santri-nya, bukan hanya ilmu. Inilah yang membuat pengaruh Mbah Moen di Jawa Tengah sungguh besar, meski para santrinya sudah keluar untuk membentuk ponpes baru.

“Beliau itu selalu mengajar langsung dan berhubungan langsung dengan santri-santrinya. Itu membentuk suatu keterikatan yang membuat Mbah Moen punya pengaruh besar terhadap santri-santrinya,” kata Rumadi.

Sepeninggal Mbah Moen, karier politiknya tentu akan dilanjutkan oleh anak-anaknya. Majid Kamil Maimoen alias Gus Kamil, dan Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin merupakan pengurus PPP yang ikut menjadi tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Gus Kamil ialah Ketua DPRD Rembang dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Rembang kubu Romahurmuziy, sedangkan Gus Yasin menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Tengah kubu Romahurmuziy dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo yang berasal dari PDIP.

Sementara itu, dua putra Mbah Moen lainnya mendukung Prabowo saat Pilpres 2019. Ia adalah Muhammad Najih Maimoen alias Gus Najih dan Muhammad Wafi Maimoen atau akrab disapa Gus Wafi. Gus Wafi, sosok yang pernah diincar Sudirman Said menjadi cawagub di Pilkada 2017, merupakan Ketua DPW PPP Jawa Tengah kubu Djan Faridz.