Saturday, August 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inovasi Alat Deteksi Narkoba Ciptaan Siswa Asal Indonesia

Inovasi Alat Deteksi Narkoba Ciptaan Siswa Asal Indonesia

Mencari ilmu di sekolah atau lembaga pendidikan lain memang tidak hanya datang, belajar lalu mengerjakan PR serta menjalani ujian kemudian lulus. Namun masih banyak sebenarnya yang dapat kita kembangkan dari banyaknya lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah seperti yang telah banyak dilakukan oleh banyak pelajar berprestasi di seluruh Indonesia. Dan salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh siswa dari SMKN Rengel Tuban.

Siswa kelas XI SMKN Rengel Tuban yang bernama Miftahul Gufroni dan Salsadilla Luluk Ariyani telah menciptakan SI PENATOR yang tidak lain adalah kependekan dari Smart Ink Pen Narcotic Inspector. Alat ini berupa alat untuk menulis yang biasa kita sebut dengan bolpoin yang menggunakan tinta dari larutan senyawa antosianin dan senyawa kurkumin yang berasal dari ekstrak buah naga dan ekstrak kunyit.

Menurut Miftahul Gufroni, tinta yang terbuat dari larutan buah naga dan kunyit itu mampu mengikat senyawa kimia khususnya zat narkotika. Cara kerjanya adalah dengan meneteskan tinta dari pena itu ke atas makanan atau minuman yang dicurigai mengandung zat kimia seperti narkotika ini. Jika makanan atau minuman tidak mengandung unsur zat narkotika maka warnanya tidak akan berubah namun bila warna cairannya berubah maka kemungkinan besar makanan atau minuman tersebut mengandung narkotika.

Karya kedua siswa ini pun langsung mendapat gelar juara di lomba karya ilmiah bertajuk PCTA atau Parade Cinta Tanah Air yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono turut menaruh perhatian pada prestasi kedua siswa ini dengan cara menyaksikan langsung eksperimen kedua siswa itu bersama para jajarannya. Nanang juga merasa takjub karena pena ini telah diujicobakan di sekolah dan BNK Jatim dan mampu mendeteksi berbagai jenis narkoba seperti sabu, ganja dan ekstasi, serta hasilnya terbukti cukup akurat.

Para siswa seperti inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah agar ilmunya tidak dicuri oleh pihak asing dan akhirnya seperti biasa para siswa berprestasi ini akan sekolah di luar negeri dan dibiayai oleh negara lain untuk bekerja bersama mereka karena Pemerintah yang cek pada prestasi-prestasi anak-anak Indonesia selama ini.