Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Tips Agar Anak Anda Bisa Semangat Makan Sahur

Inilah Tips Agar Anak Anda Bisa Semangat Makan Sahur

Mengajak si kecil makan sahur seringkali masih menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orangtua, terutama di awal-awal Ramadhan. Begitu puasa sudah berjalan sepuluh hari ke atas, biasanya tantangan itu mulai turun.

Makan sahur tidak saja berfungsi untuk menggeser jadwal makan. Agama  mengisyaratkan bahwa makan sahur itu menyimpan berbagai kebaikan, karena itu orang yang berpuasa sangat dianjurkan untuk sahur walau hanya minum.

Studi terbaru yang bisa kita baca dari berbagai media, menjelaskan bahwa bangun di saat sahur (1/3 malam terakhir) dapat menghentikan produksi kortisol (hormon jahat) dan sekaligus menjaga fungsi hormon-hormon baik. Efek jahat hormon kortisol yang berlebihan antara lain dapat menghilangkan massa otot; terurainya otot, tendon, ligament, karena digunakan untuk membentuk glukosa. Ini baru dari analisi kesehatan. Tentu masih banyak lagi kebaikan yang belum terbongkar.

Agar si kecil bersemangat makan sahur, memang tidak bisa dibilang gampang. Terkadang gampang dan terkadang susah. Untuk mendorong si kecil supaya bergairah makan sahur, kita bisa mempraktekkan tip-tip di bawah ini:

  • Sepakati waktu tidur dan bangun

Agar bisa bangun tepat, tidurnya harus lebih awal, misalnya paling akhir jam 10, jika anak ikut sholat Tarawih. Akan lebih bagus kalau kita bikin kesepakatan, misalnya memasang alarm bersama untuk disepakati kapan waktu bangun.

  • Pilihan menu

Untuk menggairahkan semangatnya, tentu butuh insentif. Memilih menu kesayangan akan dapat membantu, lebih lebih jika menunya selalu kita variatifkan.

  • Menjaga kenyamanan

Ketika dalam proses latihan, sebaiknya kita menjaga kenyamanannya, misalnya mendampinginya di kamar mandi, berwudhu agar tidak ngantuk, menyediakan minuman hangat, dan lain-lain

  • Bersama-sama

Agar bersemangat, ajaklah makan bersama. Buatlah suasananya tidak sepi, misalnya TV dinyalakan atau menyiapkan mainan yang asyik untuk dimainkannya. Tentu, yang tidak boleh kita tinggalkan adalah memberi pemahaman mengenai manfaat makan sahur bagi orang yang berpuasa dengan penjelasan yang bisa diterima, misalnya agar besok  tetap bisa bersemangat, tidak lesu dan lemah.

Penjelasan lain yang juga sangat penting adalah memahamkan si anak bahwa makan sahur ini adalah anjuran agama. Ini akan melatih anak untuk mengerjakan berbagai kebaikan dengan alasan yang abstrak (tidak nyata atau keimanan), tidak melulu alasannya harus logis dan material (bisa dirasakan langsung).