Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Tempat Wisata Yang Punya Banyak Tengkorak Manusia

Inilah Tempat Wisata Yang Punya Banyak Tengkorak Manusia

Jasad manusia kerap jadi penanda hal yang kurang baik jika kamu temukan secara tak sengaja di lingkunganmu. Namun, di beberapa destinasi wisata tertentu, tulang belulang dan tengkorak ini bisa jadi atraksi wisata utama yang dicari oleh wisatawan.

Jasad-jasad ini bisa jadi masih utuh dalam bentuk manusia, lengkap dengan pakaiannya sebagai penanda jalan bagi para pelancong, telah jadi patung akibat sergapan awan panas, atau mungkin tinggal jadi tulang belulang dan tengkorak. Untuk itu, berikut tujuh destinasi wisata populer di dunia yang dipenuhi jasad manusia, tetapi tetap rajin dikunjungi wisatawan:

  1. Gunung Everest di Nepal

Bagi para pecinta alam, terutama yang senang mendaki gunung, Gunung Everest tentu saja bukan hal yang asing. Masuk ke dalam daftar seven summit, wajar saja jika banyak traveler yang memimpikan mendaki gunung yang satu ini. Setiap tahunnya ada ratusan ribu turis yang datang menantang diri di sana, dan tak banyak pula yang selamat karena medannya yang ekstrem.

Setidaknya ada 300 pendaki yang telah meninggal sejak Gunung Everest berhasil didaki, 200 di antaranya terkubur di bawah salju yang tebal. Salah satu mayat terpopuler adalah Tsewang Paljor yang telah terbunuh sejak tahun 1996 akibat badai salju.

Paljor dikenal sebagai Green Boots karena sepatu bootsnya yang berwarna hijau, ia bahkan menjadi penanda arah dan tempat beristirahat bagi para pendaki. Hingga kini, jasad manusia di Gunung Everest kian bertambah, tetapi medan yang sulit, biaya yang mahal, dan bobot dua kali lebih berat karena bekunya tubuh, menjadi alasan mengapa mayat-mayat ini tetap dibiarkan begitu saja.

  1. Yellow River di China

Yellow River adalah sungai terpanjang keenam di dunia dan terpanjang kedua di China yang menjadi salah satu destinasi populer bagi wisatawan. Warnanya yang kuning kecokelatan dan alirannya yang deras membuat sungai ini tampak seperti air terjun mini.

Sayangnya, bukan hanya digunakan sebagai tempat berwisata, Yellow River juga kerap digunakan oleh orang-orang untuk bunuh diri atau saluran akhir untuk membuang orang-orang yang dibunuh. Tak hanya itu, karena alirannya yang deras, sering kali ada pengunjung yang tenggelam saat berenang di sungai ini.

Salah seorang penduduk lokal bernama Wei Xinpeng kemudian memanfaatkan momen ini untuk mencari mayat-mayat di sekitar kawasan sungai dengan menggunakan kapalnya, karena ia tahu pemerintah setempat ‘tidak berniat’ untuk mencari mayat-mayat tersebut. Ia kemudian akan membuat iklan di surat kabar tentang penemuan jasad tersebut lengkap dengan ciri-cirinya. Selama tujuh tahun bekerja, ia telah menemukan 500 mayat.

  1. The Catacombs di Paris, Prancis

Pada abad kelima, dewan kota Paris menyadari bahwa mereka kehabisan ruang untuk mengubur jenazah, karena itu mereka sepakat untuk menjadikan sebuah situs bekas tambang di jalan Palais de Chaillot sebagai ‘rumah’ bagi lebih dari 6 juta orang yang telah meninggal. Kuburan bawah tanah sepanjang 322 kilometer ini kemudian dikenal sebagai The Catacombs.

Pemakaman ini menyuguhkan pemandangan tulang dan tengkorak manusia yang disusun secara rapi sepanjang dua kilometer. Tulang dan tengkorak itu berasal dari jasad manusia yang telah mengalami pembusukan dan penguraian. Seluruh tulang tersebut kemudian dibersihkan dan diatur sedemikian rupa sebagai bagian dari tur wisata yang bisa dinikmati oleh turis-turis yang berkunjung.

Untuk dapat mengunjunginya, kamu harus berangkat bersama dengan tour guide agar tidak tersesat. Selain itu, sepanjang lorong, kamu tidak akan menemukan vending machine, toilet, dan pintu darurat, karena ditakutkan akan merusak bagian langit-langit Catacombs.

  1. Danau Roopkund di India

Berlokasi di negara bagian Uttarakhand, sekitar 350 kilometer dari Kota New Delhi, kamu akan menemukan sebuah danau bernama Roopkund atau yang dikenal juga sebagai Skeleton Lake. Setiap kali es mencair, kamu akan menemukan tulang belulang sedalam dua meter dalam danau tersebut.

Ditemukan pada masa Perang Dunia II, ada sekitar 300 orang yang diperkirakan terkubur dalam Danau Roopkund. Ada beberapa asumsi terkait asal muasal tulang belulang manusia yang berada dalam Danau Roopkund. Awalnya, para peneliti memperkirakan bahwa tulang tersebut dimiliki oleh tentara Jepang yang berusaha menyelinap ke India.

Namun belakangan ditemukan bahwa jasad tersebut merujuk pada orang-orang yang terbunuh oleh hujan es sekitar tahun 850 masehi. Para peneliti memperkirakan mereka adalah orang asing yang sedang berjalan berkelompok dengan membawa keturunan India setempat sebagai pemandu dan juga porter, tetapi tidak dapat bertahan ‘dihujani’ bola salju saat badai dan tidak mendapat tempat berteduh.

  1. Pompeii di Italia

Pada 24 Agustus 79 Masehi silam, Gunung Vesuvius meletus dan meluluhlantakkan Kota Pompeii. Kota di zaman Romawi Kuno itu kemudian jadi puing-puing di sekitar Kota Napoli yang kini kian modern dan jadi bagian dari wilayah Campania, Italia. Sempat terlupakan, Pompeii kemudian ditemukan para peneliti pada tahun 1738 silam.

Sejak saat itu, hingga kini, Pompeii bukan hanya jadi sekadar catatan sejarah, tapi juga atraksi wisata yang menyedot perhatian besar dan rasa penasaran. Di sekitar situs Kota Pompeii, kamu bisa menemukan jasad manusia yang telah membeku jadi batu akibat sergapan awan panas yang meluncur jatuh dari kawah Vesuvius.

Mereka terlihat meringkuk ketakutan, menutupi kepala, atau lari ke jalan raya menyelamatkan diri. Selebihnya ada pula hewan ternak dan peliharaan, seperti babi dan anjing yang juga bisa kamu temukan di sana. Hingga tahun 2015, ada sekitar 1.500 jasad yang telah digali dari Pompeii, meski begitu, mereka percaya masih ada jasad lainnya di bawah tanah, sebab sejarawan memperkirakan ada 2.000 orang yang mati di Pompeii saat letusan itu terjadi.