Friday, July 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Salah Satu Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Buang Sampah Ke Laut

Inilah Salah Satu Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Buang Sampah Ke Laut

Barnakel / teritip (barnacle) adalah sebutan untuk sejenis hewan laut dengan perilaku menyerupai tumbuhan. Sebabnya adalah karena begitu menempel pada suatu tempat, barnakel tidak akan pernah meninggalkan tempat tersebut seumur hidupnya (kecuali jika ada fenomena alam yang membuatnya terlepas dari tempatnya). Barnakel sendiri bisa menjalani pola hidup demikian karena hewan tersebut mendapatkan makannya dari menyaring plankton yang ada di laut.

Ada sekitar 1.000 spesies barnakel yang sudah teridentifikasi manusia & semuanya termasuk dalam subkelas Cirripedia. Hal yang menarik adalah dalam tangga klasifikasi ilmiah, barnakel justru ditempatkan dalam kelas Crustacea yang beranggotakan hewan-hewan air berkaki banyak seperti udang & kepiting

Padahal dari segi fisik & perilaku, barnakel lebih mirip spons atau kerang laut. Dasar dari penempatan itu sendiri pun adalah karena larva barnakel memiliki penampilan yang serupa dengan larva hewan-hewan Crustacea. Barnakel bisa hidup dengan cara menempel dimana-mana. Karena ada sampah di laut jadi dia kemungkinan besar akan menempel di sampah.

Jika anda suka sekali bepergian menggunakan transportasi laut, maka pemandangan sejenis binatang laut dengan tekstur keras seperti cangkang moluska yang suka menempel di tiang-tiang dermaga ataupun di perahu/kapal itu sendiri menjadi pemandangan yang umum kita jumpai di sana.

Binatang laut yang menempel itu biasa dikenal dengan nama “teritip”. Teritip adalah kelompok crustacea dari sub kelas cirripedia, dengan ciri atau karakteristik bercangkang. Dalam bahasa Inggris, teritip dikenal dengan penamaan ‘barnacle’.

Teritip termasuk kedalam hewan laut yang bersifat sesil (menetap) dari crustacea. Kehidupan teritip melalui dua stadium, yaitu stadium larva yang bersifat planktonis dan stadium dewasa bersifat menempel (Ermaitis 1984).

Hampir semua benda-benda yang terendam dalam air laut merupakan substrat yang baik bagi teritip misalnya batu, besi, dasar perahu, lunas-lunas kapal, pipa saluran sistem pendingin pembangkit tenaga listrik, saluran pendingin pabrik serta alat pengukur arus dan benda-benda lainnya yang ditempatkan di dalam air sepanjang perairan pantai, muara dan teluk yang beriklim sedang, subtropik dan tropik.

Teritip bersifat menempel permanen pada substrat yang daya tahannya cukup kuat terhadap perubahan lingkungan yang besar. Kemudian biota ini memiliki perkembang-biakannya yang hermaprodit, dimana penyebarannya sangat luas.

Cangkang dewasa teritip berupa mantel yang terdiri dari bagian yang saling berhubungan mengelilingi tubuhnya yaitu: carina, carina lateral, lateral dan rostrum. Di bagian atas juga terdapat sepasang terga dan sepasang scuta yang membuka dan menutup sewaktu teritip menangkap makanannya. Pada umumnya cangkang dari teritip ini adalah putih, kuning, merah, jingga, ungu dan bergaris dengan ukuran cangkang 1-6 cm atau lebih yang diukur dari dasar carina sampai rostrum.