Monday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Penyebab Perusahaan Teh Celup Sariwangi Bangkrut

Inilah Penyebab Perusahaan Teh Celup Sariwangi Bangkrut

Berbicara mengenai teh celup, mungkin yang muncul dalam benak orang Indonesia adalah Sariwangi. Brand teh ini telah menjadi yang paling terngiang dalam ingatan para warga Indonesia terkait dengan produk teh. Sariwangi telah berdiri sejak tahun 1962 dengan nama PT sariwangi Agricultural Estate Agency yang berkantor di Gunung Putri Bogor Jawa Barat.

Dengan nama perusahaan sendiri saat diluncurkan, produk teh ini kemudian diberi merek Teh Celup Sariwangi. Teh Celup sariwangi sukses di pasaran. Ketika banyak merek lain masih berkutat pada produk teh yang dikemas secara konvensional, sariwangi telah melangkah di depan.

Kesuksesan inilah yang menggoda Unilever untuk mengakuisisi produk dan brandTeh Celup Sariwangipada 1989. Walaupun produk Teh Celup Sariwangi diakuisisi, setelahnya PT sariwangi tetap melanjutkan bisnisnya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang trading, produksi, dan pengemasan teh. Sariwangi masih menjual produk teh dengan merek sariwangi Teh Asli, sariwangi Teh Wangi Melati, SariWangi Teh HijauAsli, sariwangi Gold Selection, SariMurni Teh Kantong Bundar.

Investasi yang Gagal sejak tahun 2015, PT sariwangi Agricultural Estate Agency bersama perusahaan afiliasinya PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung didera kesulitan. Namun hasil yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Pembayaran cicilan utang tersendat, membuat sejumlah kreditur mengajukan tagihan. Tercatat lima bank yang saat mengajukan tagihan yakni PT HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Panin Indonesia Tbk, dan PT Bank Commonwealth sehingga pada akhirnya di hari Rabu (17/10/2018), dua perusahaan perkebunan teh ini resmi menyandang status pailit.

Proses Pailit di Pengadilan. Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan homologasi dari PT Bank ICBC Indonesia terhadap PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Kini, dua perusahaan teh tersebut resmi menyandang status pailit.

Hakim Abdul Kohar menyatakan bahwa sariwangi dan Indorub telah terbukti lalai menjalankan kewajibannya sesuai rencana perdamaian dalam proses PKPU terdahulu. Terlebih sepanjang persidangan, sariwangi tak pernah datang sehingga Majelis Hakim menilai permohonan ICBC benar belaka karena selama persidangan hanya pihak Indorub yang hadir.

Makanya, kata Swandy permohonan pembatalan homologasi diajukan ICBC. Sampai pada tanggal 24 Oktober 2017, setelah ditambahkan bunga total nilai tagihan ICBC kepada sariwangi senilai Rp 288,932 miliar, dan kepada Indorub senilai Rp 33,827 miliar.

Perincian kewajiban  sariwangi berasal dari 5 kreditur separatis (dengan jaminan) senilai Rp 719,03 miliar, 59 kreditor konkuren (tanpa jaminan) Rp 334,18 miliar, dan kreditor preferen (prioritas) senilai Rp 1,21 miliar. Indorub berkewajiban senilai Rp 35,71 miliar, perinciannya adalah lima separatis senilai Rp31,50 miliar, 19 konkuren senilai Rp 3,28 miliar, dan preferen sebesar Rp 922,81 juta.