Friday, August 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Lima Tim Yang Mendominasi Liga Tapi Gagal Juara Di Akhir Musim

Inilah Lima Tim Yang Mendominasi Liga Tapi Gagal Juara Di Akhir Musim

Liga sepakbola yang punya format full kompetisi, ibarat pertandingan lari maraton. Lari terus tanpa henti untuk memastikan poin demi poin diraih. Cerita datang dari mereka, yang sedikit sial, terpeleset, dan akhirnya mengubah sejarah. Dari hampir manis, jadi sejarah pahit berkepanjangan. Dikutip dari Fourfourtwo, inilah cerita sejarah pahit. Ketika sebuah klub mendominasi putaran liga, hampir juara, namun menangis saat musim memunculkan juara dari klub lain.

  1. Inter Milan 1990/1991

Persaingan Serie A musim itu menghadirkan 3 kuda pacu teratas. Sampdoria, AC Milan, dan kuda pacu paling favorit Inter Milan. Inter diperkuat pemain-pemain top macam Andreas Brehme, Lothar Matthaus, dan Jurgen Klinsmann. Namun petaka Inter datang jelang akhir-akhir musim. Ketika Sampdoria yang diperkuat Roberto Mancini, berhasil mengalahkan Inter 2-0.

Musim itu, Sampdoria berhasil mempecundangi duo Milan. Il Samp mengunci titel dengan 52 poin, terpaut 5 poin saja dari Inter Milan.

  1. Manchester United 1997/1998

Pasca pensiunnya sang petualangan Eric Cantona di Old Trafford, MU masih menjadi kekuatan besar di Liga Premier League. Di saat yang sama, Arsenal sedang mengancam kekuatan itu lewat tangan magis Arsene Wenger. Singkat cerita, dominasi MU di musim itu mulai goyah pasca Boxing Day. 3 kekalahan beruntun diperoleh Setan Merah. Namun sejatinya, posisi MU masih aman di puncak klasemen.

Sementara Arsenal konsisten mendulang poin-poin penting, MU malah konsisten tampil angin-anginan. Alhasil, Arsenal jadi kampiun dengan 78 poin, selisih 1 poin saja atas United di posisi runner-up.

  1. Juventus 1999/2000

Awal milenial, Serie A pernah menghadirkan ketegangan untuk urusan perebutan juara. Juventus dengan pemain-pemain selevel Antonio Conte, Edgar Davids, Ciro Ferrara, Del Piero, atau Zidane, mendominasi Serie A dengan unggul 9 poin atas Lazio, saat musim menyisakan 8 laga.

Namun Juventus mulai kepayahan di laga-laga selanjutnya. Sampailah mereka tiba di laga terakhir, laga penentuan poin. Juventus kalah 0-1 atas Perugia. Sejarah berpihak kepada Lazio asuhan Sven-Goran Eriksson, yang mengalahkan Reggina 3-0. Juventus 71 poin, Lazio 72 poin.

  1. Barcelona 2006/2007

Ini adalah musim yang tak ingin diingat oleh fans Barcelona. Di musim ini, Barca mendominasi liga sampai awal Februari. Namun setelah itu, Samuel Eto’o tampil tidak konsisten. Sialnya, sang rival abadi mereka, Real Madrid, memanfaatkan kondisi tersebut untuk memangkas jarak poin perlahan-lahan. Dan puncaknya terjadi di laga terakhir. Real Madrid jadi juara hanya berbekal selisih gol. Karena mereka berdua sama-sama mengumpulkan 76 poin.

  1. Liverpool 2013/2014

Kisah pahit Liverpool di musim ini rasanya masih terjadi kemarin sore saja. Masih teringat jelas bagaimana Luis Suarez menangis sesunggukan menahan kenyataan. Gelar Liverpool di depan mata, yang ditunggu-tunggu sejak 1990, sirna.

Persaingan ketat menghadirkan Liverpool, Man City, dan Chelsea. Tapi Liverpool, menjadi pemuncak klasemen sampai liga menyisakan 3 laga saja. Dan Liverpool terpeleset, layaknya insiden terpeleset Steven Gerrard yang ikonik itu.

Titik balik Liverpool ketika mereka kalah atas tim parkir bus besutan Mourinho, Chelsea. Lalu merana karena imbang 3-3 atas Crystal Palace, meski sudah unggul 3-0 lebih dulu. Musim ini, fans Liverpool harus menelan pil pahit, ketika juara EPL direbut Man City, dengan selisih 2 poin saja.