Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Jenis Pelecehan Seksual Yang Harus Wanita Ketahui

Inilah Jenis Pelecehan Seksual Yang Harus Wanita Ketahui

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual itu merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang. Tindakan ini pun termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual.

Tindakan tersebut bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan. Pelecehan seksual bukan semata hanya tentang seks. Inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau juga otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya sendiri bahwa hal yang ia lakukan sebenarnya adalah ketertarikan seksual dan keinginan romantis semata.

Kebanyakan pelecehan seksual memang dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun nyatanya, ada juga kasus pelecehan perempuan terhadap laki-laki, dan juga dengan sesama jenis (baik sesama laki-laki maupun perempuan). Menurut kategorinya, pelecehan seksual bisa dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

Pelecehan gender : Pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau pun merendahkan wanita. Contohnya termasuk komentar yang bisa menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan wanita, lelucon cabul atau humor tentang seks atau wanita pada umumnya.

Perilaku menggoda : Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan juga tidak diinginkan. Contohnya termasuk mengulangi ajakan seksual yang memang tidak diinginkan, memaksa untuk makan malam, minum, atau kencan, mengirimkan surat dan panggilan telepon yang tak henti-henti meski sudah ditolak, serta ajakan lainnya.

Penyuapan seksual : Permintaan aktivitas seksual atau pun perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. Ini mungkin bisa dilakukan secara terang-terangan atau secara halus.

Pemaksaan seksual : Pemaksaan aktivitas seksual atau juga perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman. Contohnya adalah seperti evaluasi kerja yang negatif, pencabutan promosi kerja, dan ancaman pembunuhan.

Pelanggaran seksual : Pelanggaran seksual berat (seperti menyentuh, merasakan, atau pun meraih secara paksa) atau penyerangan seksual. Menurut perilakunya, pelecehan seksual bisa dibagi menjadi 10 jenis, yaitu : Komentar seksual tentang tubuh seseorang, Ajakan seksual, Sentuhan seksual, Grafiti seksual, Isyarat seksual, Lelucon kotor seksual, Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain, Menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain, Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain, Menampilkan gambar, cerita, atau pun benda seksual.

Apa yang harus dilakukan jikalau kamu merasa dilecehkan? Tidak ada cara yang sama untuk menanggapi pelecehan. Setiap situasi bisa berbeda bentuknya, dan hanya kamu yang dapat mengevaluasi masalah dan memutuskan respon terbaik. Yang jelas, mengabaikan pelecehan itu sendiri tidak akan menyebabkan masalah hilang begitu saja. Yang paling penting adalah jangan sampai sesekali menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi, karena ini bukan salah kamu.

Tempatkan kesalahan itu pada tempatnya, yaitu di orang yang telah melecehkan kamu. Menyalahkan diri sendiri justru dapat menyebabkan depresi dan hal itu tidak akan membantu dalam menghadapi situasi. Berbagai strategi yang dapat dilakukan adalah, Mengatakan “tidak” kepada peleceh secara tegas. Beri tahu seseorang atas peristiwa yang sudah menimpa kamu, jangan menyimpannya untuk diri sendiri. Dengan berdiam diri, berarti masalah tidak akan terselesaikan.

Kemungkinan yang dapat membantu adalah bahwa kamu adalah bukan satu-satunya korban yang dilecehkan. Berbicara juga dapat membantu dalam menemukan dukungan dan juga melindungi orang lain agar tidak menjadi korban selanjutnya. Mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan di daerah atau pun lokasimu.

Hampir semua organisasi memiliki kebijakan untuk menangani kasus pelecehan seksual. Jika kamu mengalami tekanan psikologis yang cukup parah, kamu mungkin dapat berkonsultasi pada psikolog atau terapis yang profesional akan kesehatan mental dan mengerti masalah yang disebabkan oleh pelecehan seksual.