Sunday, May 31Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Fakta-fakta Seputar Kasus Bahar Bin Smith

Inilah Fakta-fakta Seputar Kasus Bahar Bin Smith

Sebuah video berdurasi 60 detik beredar di sosial media. Dalam rekaman tersebut, terlihat Habib Bahar bin Smith sedang berceramah dan menyebut bahwa Presiden Joko Widodo banci karena tidak berani bertemu rakyat. Karenanya, Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke beberapa pihak seperti Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid dan Jokowi Mania ke Polda Metro Jaya lantaran isi ceramahnya yang dinilai menghina Jokowi.

Dalam laporan tersebut, Habib Bahar dianggap melanggar Pasal 45 a ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 tahun 2018 tentang ITE dan Pasal 16 UU RI nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.  Terkait hal itu, Sabtu (1/12) Mabes Polri mengirimkan surat permohonan pencekalan terhadap Habib Bahar ke pihak Dirjen Imigrasi.

“Sesuai surat dari Dirpidum tanggal 1 Desember 2018, kita kirim permohonan pencekalan ke Dirjen Imigrasi,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu (1/12). Sementara itu, Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin mengatakan akan ada 1.000 pengacara yang mendampingi Habib Bahar.

“Pengacara ini ngantri untuk dampingi Habib Bahar. InsyaAllah Habib Bahar akan didampingi 1.000 pegacara,” kata Novel saat dihubungi kumparan, Senin (3/12). “Dari ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) saja udah hampir 100, belum dari Tim Pengacara Muslim (TPM), pengacara GNPF, pengacara Tim Pembela Agama dan Aktivis (TPUA), Forlabi, Persaudaraan Alumni 212, siap dampingi,” tambahnya.

Menurut Novel, pelaporan Habib Bahar adalah bentuk kriminalisasi terhadap ulama. Novel melanjutkan, ceramah yang terekam dalam video tidak disampaikan secara utuh sekaligus sebagai bentuk kritis atas pemerintahan Jokowi. “Terkiat Habib Bahar apa yang diucapkan itu dipotong-potong yang ucapkan Jokowi banci, ini kan aspirasi umat Islam yang kecewa (saat momen) 411, yang hadir umat Islam banyak malah ditinggal,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditemui di acara Reuni 212 di Monas, Gambir, Jakarta, Habib Bahar menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta maaf atas isi ceramahnya yang diangap menghina Jokowi.  “Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih untuk busuk di penjara daripada meminta maaf” kata Habib Bahar di Monas, Jakarta, hari Minggu (2/12).

Dirinya menjelaskan, alasannya menyebut Jokowi banci lantaran Jokowi tak menemui ulama yang sudah berkumpul di depan Istana saat aksi 411 pada November 2016.  “Makanya jangan dipotong, tonton dari awal. Pertama kenapa, ketika 411 jutaan umat Islam, ribuan ulama habaib, kiai, berkumpul di Istana untuk menemui, minta keadilan, justru para kiai habaib santri diberondong gas air mata dan Presiden kabur,” jelas dia.

Menanggapi sikap Habib Bahar yang enggan meminta maaf kepada Jokowi, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding angkat bicara. Karding menilai sikap tersebut bentuk kesombongan Habib Bahar.  “Itu harusnya minta maaf, tapi jika tidak, itu adalah bentuk kesombongan dan juga kecongkakan dari seorang Habib Bahar. Sehingga biar saja itu menjadi urusan dia pribadi,” ujar Karding, hari Senin (3/12).

Karding berpandangan, seorang pendakwah seharusnya berdakwah secara lembut, penuh rahmah dan kasih sayang sesuai ajaran Nabi Muhammad. “Cara-cara yang dakwah dengan berakhlakul karimah mengedepankan kejujuran mengedepankan kalimat-kalimat diksi-diksi yang positif mengajak kebaikan, itulah dakwah,” tutur Karding.

“Bukan provokasi hinaan cacian ujaran kebencian menyalah-nyalahkan mengkafir-kafirkan mentagut-tagutkan orang lain, itu bukan dakwah,” imbuhnya.  Hingga kini proses penyelidikan terus berlanjut. Bareskrim Polri telah memanggil Habib Bahar untuk diperiksa sebagai saksi atas laporan dugaan menghina Jokowi. Namun, bila Habib Bahar tak datang, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan.

“Penyidik akan mengulangi lagi panggilan baru ke alamat Habib (Bahar),” kata Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada kumparan, Senin (3/12). Dedi menyebut, selanjutnya surat pemanggilan akan dikirimkan ke semua alamat tempat tinggal Habib Bahar.  “Karena tempat tinggalkan ada beberapa alamat termasuk akan dikirim ke Ponpesnya (Pondok pesantren),” tambah dia.