Sunday, May 31Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Fakta-fakta Dari Sang Idealis Jerinx Superman Is Dead

Inilah Fakta-fakta Dari Sang Idealis Jerink Superman Is Dead

Seseorang dengan nama I Gede Ari Astina atau Jerinx yang merupakan dummer alias personil Superman Is Dead tiba-tiba hangat menjadi perbincangan banyak orang belakangan ini. Hal tersebut karena kritikannya pada sosok penyanyi dangdut populer Via Vallen yang pernah mengcover lagu mereka berjudul Sunset di Tanah Anarki. Kata-katanya di sosial media yang cukup kasar terhadap Via Vallen, membuat banyak netizen menjadi kurang bersimpati kepadanya. Siapa sebenarnya sosok Jerinx? Berikut ini 5 Fakta Jerinx “Superman Is Dead”:

  1. Pernah menjadi vegetarian

Dilansir dari Balebengong.net di tahun 2014 yang lalu, Jerinx pernah menjadi vegetarian di antara tahun 1997 sampai 2007. Ia juga mengaku tak tega melihat binatang disembelih pada saat itu. Saat ini pun ia sudah makan daging lagi namun menghindari makan daging dari hewan yang berkaki empat seperti kambing, babi, dan juga sapi.

  1. Jarang naik mobil

Melalui wawancara dengan Metronews.com pada 01/10/2014, Jerinx pernah menyatakan bahwa ia sadar bahwa motor dan mobil memang tidak ramah lingkungan. Ia sehari-hari lebih suka naik motor bebek dan sepeda. Ia sangat jarang sekali naik mobil.

  1. Memakai produk ramah lingkungan

Tak hanya masalah kendaraan, Jerinx pun juga peduli para produk-produk yang ramah lingkungan lainnya. Ia juga menolak menggunakan produk yang terbukti mengandung unsur hewani. Ia bahkan lebih suka menggunakan produk kosmetik atau perawatan tubuh yang memang ramah lingkungan.

  1. Membela LGBT

Melalui akun sosial medianya, Jerinx juga pernah beberapa kali mengungkapkan dukungannya terhadap kalangan LGBT. Menurutnya tidak semua LGBT itu jahat dan tidak semua yang non LGBT itu baik. Ia juga tak sependapat jika kehadiran LGBT disebut sebagai sebuah penyakit mental.

  1. Menolak pertemuan IMF di Bali

Dilansir dari idntimes.com pada 08/10/2018, Jerinx dengan tegas menolak pertemuan IMF-WB yang dilangsungkan di Bali pada beberapa waktu yang lalu. Menurutnya pertemuan tersebut dilakukan dengan pengamanan yang sangat berlebihan apalagi dengan adanya penghancuran baliho-baliho yang menolak reklamasi. Ia juga mengungkapkan bahwa ajang tersebut sering dijadikan kedok percepatan proyek-proyek dalam skala besar yang sebelumnya memang terindikasi melanggar aturan yang ada.