Tuesday, September 22Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Alasan Mengapa Stadion Di Inggris Tidak Memiliki Pagar Pembatas

Inilah Alasan Mengapa Stadion Di Inggris Tidak Memiliki Pagar Pembatas

Kompetisi sepakbola Liga Inggris memang kerap menyuguhkan peristiwa dan atmosfer menarik seperti yang baru saja dikisahkan di atas. Berbagai fakta unik pun seringkali hanya terdapat atau diawali di negeri yang mengklaim sebagai pencetus sepakbola modern itu. Sebagai contoh adalah fenomena stadion tanpa pagar pembatas yang menjadi ciri khas Liga Inggris. Ya, salah satu daya tarik utama sepakbola Inggris terletak dari begitu dekatnya jarak dari tribun penonton ke sisi lapangan yang tak lebih dari 5 meter. Mayoritas stadion di sana sudah sejak lama menerapkan hal ini dan sangat jarang ditemui di negara-negara lain.

Usut punya usut, keunikan tersebut justru bermula dari insiden berdarah yang disebabkan ulah para suporter Inggris garis keras yang dikenal dengan istilah Hooligans. Tanggal 29 Mei 1985 akan terus dikenang sebagai momen paling kelam dari sejarah persepakbolaan Eropa, saat partai puncak Liga Champions musim 1984/85 mempertemukan Liverpool dengan jawara Serie A, Juventus, di Stadion Heysel, Belgia.

Laga final yang seharusnya semarak berubah menjadi mencekam setelah ratusan Hooligans Liverpool menerobos masuk ke area tribun yang ditempati suporter Juventus. Naas, dinding pembatas sektor tribun tersebut roboh akibat tak kuasa menahan beban dari serbuan beringas suporter The Reds yang berusaha merangsek dan melompati pagar.

Tak ayal reruntuhan dinding pun berjatuhan menimpa ratusan suporter sehingga menyebabkan 39 orang tewas dan sekitar 600-an lainnya luka-luka. Tak lama kemudian pihak kepolisian menetapkan 14 fans Liverpool sebagai tersangka pembunuhan. Pasca tragedi Heysel, UEFA menjatuhkan sanksi melarang Liverpool selama 5 tahun ambil bagian di kompetisi level Eropa. Menariknya, bukannya membela, FA sebagai otoritas sepakbola Inggris, malah mengambil kebijakan lebih tegas, seluruh klub Inggris dilarang keras berpartisipasi di ajang apapun di luar negeri.

Bukan tanpa alasan FA melakukan langkah kontroversial tersebut. Pasalnya, ulah anarkis Hooligans Liverpool dianggap telah mempermalukan nama baik Inggris di mata dunia. Alih-alih mengajukan protes, seluruh klub di bawah naungan FA cenderung mengamini sikap FA dan ikut merasa malu atas perilaku suporter The Reds.

Singkat cerita, FA mulai membenahi sistem keamanan guna mengantisipasi kekerasan Hooligans di dalam stadion. Kemudian lahirlah ide revolusioner yang kelak menjadi afinitas sepakbola Inggris, yaitu melarang tribun tanpa kursi dan ini yang paling fenomenal, menghilangkan pagar pembatas sehingga jarak antara bibir tribun suporter dengan sisi lapangan hanya tinggal beberapa langkah saja.

Tanpa adanya tribun pembatas, FA menantang kedewasaan suporter Inggris agar bersikap respek. Namun, ancaman hukumannya juga tak main-main. Sekali saja kedapatan berbuat onar di dalam stadion, maka selamanya nama Anda akan masuk daftar hitam dan jangan pernah berharap bisa masuk lagi ke dalam stadion di seluruh Inggris seumur hidup Anda. Setelah beberapa waktu kebijakan FA mulai terlihat berdampak positif. Para Hooligans Inggris kini jarang sekali berulah di dalam stadion.