Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inilah Alasan Kenapa Orang Mudah Sekali Percaya Berita Hoaks

Inilah Alasan Kenapa Orang Mudah Sekali Percaya Berita Hoaks

Kita semua tahu bahwa hoax adalah berita-berita atau tulisan-tulisan yang berisi informasi yang tidak benar yang sengaja dirancang dan disebarluaskan agar orang percaya kepada informasi yang tidak benar di dalam hoax tersebut. Agar hoax bisa dipercayai, maka banyak pembuat hoax memanfaatkan kelemahan dalam pikiran manusia yang mencegahnya berpikir kritis dan rasional.

Banyak informasi yang tidak benar, bahkan yang sebenarnya menggelikan dan irasional bisa mendapatkan pengikut yang banyak. Misalnya pendapat “bumi itu datar, bukan bulat” yang dipercaya oleh banyak sekali orang dari berbagai latar belakang dan pendidikan.

Kelemahan ini oleh ahli psikologi disebut bias pikiran. Bias pikiran membuat orang tidak berpikir secara rasional-logis. Ahli psikologi telah mengidentifikasi banyak sekali bias yang bisa mempengaruhi pikiran manusia.

Confirmation Bias

Confirmation Bias ini termasuk dalam golongan beliefs perseverance. Bias ini membuat seseorang tertarik dan terpikat terhadap informasi baru yang mendukung atau sejalan dengan kepercayaan (atau sesuatu yang sudah diyakini) yang sudah ada dalam diri orang tersebut, sekalipun gagasan atau informasi tersebut tidak benar atau tidak rasional-logis.

Hal ini terkait dengan adanya perasaan ketidaknyamanan secara psikologis yang timbul karena informasi baru yang diterima tidak sesuai dengan kepercayaan (atau sesuatu yang sudah diyakini) yang sudah terlanjur mapan dalam diri orang tersebut.

Hoax dengan memanfaatkan confirmation bias ini sangat ampuh jika menggunakan agama atau sentimen atau stereotype (misalnya SARA) yang merupakan sistem kepercayaan yang sudah berakar sangat kuat dalam diri kelompok tertentu. Dengan menggunakan framing agama dan sentimen, suatu berita atau informasi yang tidak benar dapat diolah sehingga terkesan mendukung atau sejalan dengan apa yang sudah diyakini kelompok tersebut.

Berita atau informasi yang sudah diolah tersebut menjadi sesuatu yang bisa diterima oleh kelompok tersebut. Hoax tersebut dapat dengan mudah “disuntikkan” dan masuk ke dalam pikiran karena sistem pertahanan pikiran sudah lumpuh (sehingga kehilangan daya pikir rasional) karena kelemahan yang disebabkan oleh confirmation bias tersebut.

Conservatism Bias

Untuk memproses informasi, yaitu menyaring, menganalisis dan memahami memerlukan skill dan usaha (biaya, waktu, energi). Ini yang disebut dengan cognitive cost. Orang cenderung mengabaikan informasi baru yang bisa merevisi atau meluruskan kepercayaan yang sudah ada karena dia sulit memahami informasi tersebut.

Framing Bias

Bias yang masuk dalam golongan Information-Processing errors ini adalah kecenderungan pikiran manusia memahami suatu informasi berdasarkan cara informasi tersebut disajikan. Suatu berita yang sama yang disajikan oleh dua orang wartawan bisa saja dipahami dan ditanggapi secara berbeda oleh pembaca yang sama, karena kedua wartawan tersebut menyampaikannya dengan cara yang berbeda (framing). Bias ini bisa dimainkan dalam membuat hoax.

Di sini, bahkan suatu hal yang sudah merupakan fakta pun bisa ditantang oleh hoax. Anda dapat melihat sendiri di YouTube bagaimana hoax tersebut di-framing. Namun, pemikiran yang jeli dan teliti bisa membedakannya.

Availability Bias

Bias yang dalam golongan information-processing errors ini membuat otak menganggap suatu informasi atau gagasan yang tersedia secara luas, mudah diingat atau diakses oleh pikiran sebagai informasi yang lebih terpercaya. Orang akan menganggap suatu produk yang satu lebih dipercayai daripada yang lain hanya karena produk tersebut lebih sering diiklankan.

Orang yang pengalamannya hanya dalam lingkungan tertentu akan cenderung menganggap orang yang paling baik, paling cantik, paling pandai, karya paling hebat, berasal dari kalangan mereka sendiri. Fakta-fakta yang bertentangan tidak terjangkau oleh pikiran mereka karena pengalaman mereka sempit.

Hati-hati Terhadap Hoax dan Bias

Karena itu jangan heran jika seorang ahli agama sekaligus akademisi tingkat tinggi bergelar profesor doktor pun bisa tertipu oleh hoax yang tidak masuk akal. Kenalilah perbedaan kebenaran dan hoax. Sebaliknya hoax sering terasa manis karena sesuai atau mendukung apa yang kita percayai, sadar atau tidak sadar.