Sunday, September 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Tiga Tipe Suporter Sepakbola Menurut Bang Emil

Ini Tiga Tipe Suporter Sepakbola Menurut Bang Emil

Sudah lima berhari berlalu setelah kasus pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija yang dilakukan oleh suporter Persib Bandung di Stadion Gelora  Bandung  Lautan Api. Namun masih banyak saja cerita-cerita menarik atau hal yang bisa kita petik dari kejadian nahas ini. Salah satunya datang dari gubernur Jawa Barat yang baru yaitu Ridwan Kamil yang kita tahu juga sangat gemar untuk bersosial media.

Ridwan Kamil mengucapkan turut berduka dan berbela sungkawa atas kejadian tewasnya suporter Persija di tangan oknum suporter Persib karena dikeroyok menjelang laga Persib menjamu Persija pada hari minggu lalu di Stadion GLBA. Kang Emil pun enggan menyalahkan kelompok tertentu dalam insiden berdarah ini. Menurutnya ada tiga tipe suporter dalam dunia sepakbola saat ini.

Yang pertama yaitu suporter sepakbola yang hanya simpatisan atau tipe suporter yang hanya menonton tim kesayangannya namun tidak sampai fanatik. Kelompok kedua yaitu yang fanatik tapi tidak sampai teregistrasi dalam sistem suporter dan jumlahnya ini lebih banyak daripada tipe ketiga yaitu suporter yang terdaftar. Siapa pun yang memakai kaus persib maka orang akan menyebut bobotoh namun entah dalam tipe yang mana menurut Kang Emil saat berbicara di acara ILC tvOne.

Dan masih menurut Kang Emil faktor usia juga menjadi salah satu biang keladi mengapa sering terjadi kerusuhan dalam sepakbola Indonesia. Kebanyakan para suporter sepakbola adalah remaja lelaki yang motoriknya sedang dalam masa puncak namun kontrol emosinya sangat kurang baik alias sangat labil. Agar insiden serupa tidak terus berulang maka ia menyarankan agar ada pembinaan suporter oleh klub dan penggunaan standar pengamanan pertandingan sepakbola yang lebih ketat lagi.

Jadi seharusnya menurut Kang Emil, klub tidak hanya membina pemain dan infrastruktur namun juga para suporter yang selalu setia mendukung mereka. Dan yang selanjutnya menggunakan SOP baru dengan memaksimalkan pengamanan, contohnya jika suporternya primitif maka lakukan upaya preventif seperti pertandingan tanpa penonton sama sekali. Semoga persepakbolaan di Indonesia bisa segera berubah menjadi lebih baik dalam segala aspeknya sehingga kita bisa berbicara banyak di persepakbolaan Asia dan bahkan di Dunia