Sunday, September 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Pengakuan Asisten Rumah Tangga Terkait Kasus Bunuh Diri Satu Keluarga

Ini Pengakuan Asisten Rumah Tangga Terkait Kasus Bunuh Diri Satu Keluarga

Kabar duka datang dari sebuah keluarga pengusaha dari kota Palembang, Sumatera Selatan. Satu keluarga itu ditemukan tewas dengan luka tembak di masing-masing kepala di rumahnya di kawasan perumahan Vila Kebon Sirih Blok A18, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/10).

Mereka yang tewas ialah Fransiskus Xaverius Ong (45), Margareth Lentin Liana (43), Rafael Fransiskus (18), dan Kathlyn Fransiskus (11). Kejadian miris tersebut awalnya diketahui oleh beberapa asisten rumah tangga keluarga. Dewi (28), asisten rumah tangga korban mengatakan, sekitar pukul 05.30 WIB, ia terbangun dari tidur dan sempat memasak mie sebagai sarapan bagi anak korban sebelum sekolah.

Sebelum memasak mie, Dewi masuk ke dalam kamar Kathyln Fransiskus (11) untuk mematikan AC dan lampu karena sudah mulai pagi. “Saya coba pegang kaki Kathlyn, namun tidak bangun-bangun setelah itu keluar kamar lagi karena saya kira masih tidur,” kata Dewi. Karena Dewi merasa Kathlyn belum bangun, maka ia pun kembali keluar untuk memasak ke dapur.

Sarah (20), yang juga asisten rumah tangga sekaligus adiknya diminta Dewi untuk membangunkan Kathlyn karena akan ke sekolah. Namun saat dibangunkan, Sarah melihat tangan gadis kecil tersebut telah mengeluarkan darah. “Awalnya saya kira itu hanya mimisan, ketika bantal dibalikkan ternyata kepalanya bersimbah darah. Adik saya lalu langsung teriak,” ungkap Dewi.

Kedua asisten rumah tangga itu akhirnya panik melihat keadaan Kathyln yang telah tewas. Ia pun sempat berulang kali membangunkan FX Ong yang berada di kamar lantai bawah namun tak kunjung mendapatkan jawaban. “Saya telpon juga tidak diangkat, ternyata HP Koko ada di meja kerja di luar. Lalu kami langsung keluar dan minta tolong warga,” ucap Dewi.

Setelah itu semua, akhirnya ketua RT setempat langsung melihat Kathlyn yang sudah dalam kondisi bersimbah darah di kamar lantai dua. Kejadian tersebut pun langsung dilaporkan oleh warga kepada polisi hingga akhirnya Rafael Fransiskus (18), Margaret Yetin Liana (43), dan Fransiskus Xaverius (FX) Ong (45) juga ditemukan telah tewas. “Saya juga tidak mendengar adanya suara tembakan pada malam itu, karena malamnya saya memang sempat buatkan kopi untuk Koko,” ujar Dewi.

Sementara itu, dugaan penyebab kasus bunuh diri yang dilakukan keluarga ini mulai terkuak. Hal itu terlihat dari keterangan Sarah ketika menjalani pemeriksaan di Polresta Palembang, Rabu (24/10). Sarah juga mengatakan, bahwa majikannya tersebut beberapa waktu belakangan memang sering terlibat keributan di rumah.

Penyebabnya diduga dipicu oleh adanya pihak ketiga sehingga membuat hubungan mereka menjadi tak harmonis. “Cece alias Margaret sering buka HP sang suami yaitu Koko alias FX Ong dan pernah lihat adanya wanita lain. Mamanya Cece lalu cerita ke orang lain, sehingga keduanya sering ribut,” kata Sarah. Kabar keduanya akan menempuh jalur perceraian atas dugaan orang ketiga itu pun menurut Sarah sering terdengar.

Selama ini menurut kedua asisten rumah  tangga itu antara FX Ong dan Margareth memang sempat berebut soal hak asuh anak jika keduanya berpisah. “Koko tidak mau anaknya diasuh Cece jadi mereka memang suka ribut begitu,” ujarnya.