Wednesday, June 3Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Komentar Permadi Atas Permintaan Maaf Prabowo

Ini Komentar Permadi Atas Permintaan Maaf Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentu tak menduga ucapannya tentang “tampang Boyolali” bakal jadi polemik berkepanjangan. Setelah ucapan itu jadi bahan serangan, Prabowo Subianto akhirnya meminta maaf kepada yang tersinggung, meskipun sebenarnya ketika berucap demikian dia cuma bermaksud bercanda.

Sikap Prabowo Subianto meminta maaf, rupanya jadi perhatian pemerhati politik Permadi Arya lewat akun Twitter @permadiaktivis. Permadi Arya sepertinya kurang puas, meskipun pasangan Sandiaga Uno telah meminta maaf. “Pak @prabowo minta maaf telah menghina muka Boyolali “miskin bisa diusir dari hotel.” Yuk dengar lagi opini bang @fadlizon soal ini, “minta maaf itu berarti mengakui kesalahan.. lalu apa berikutnya? Berikutnya yang harus dilakukan adalah proses hukum. Yang setuju sama Fang Fadli RT,” kata dia

Menurut Permadi Arya kalau permintaan maaf bisa menyelesaikan persoalan, tentu mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan masuk penjara karena kasus penodaan agama. “Pak @prabowo sudah 2x minta maaf… Pertama, minta maaf ikut menyebar hoax “Ratna Sarumpaet dianiaya.” Kedua minta maaf telah menghina tampang Boyolali “miskin masuk hotel bisa diusir.” Saya hanya mau bilang kalau minta maaf bisa menyelesaikan masalah, maka Ahok tidak tidak akan masuk ke dalam penjara,” ujar Permadi Arya.

Ucapan Prabowo Subianto yang kemudian jadi konsumsi politik jelang pemilu itu disampaikan ketika dia meresmikan kantor Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Permintaan maaf Prabowo Subianto disampaikan lewat video yang diunggah koordinator juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak, ke media sosial.

“Jadi, dan ya. Tapi kalau maksud saya tidak negatif. Tapi jika ada yang tersinggung, maka saya meminta maaf, maksud saya bukan seperti itu,” ujar Prabowo Subianto. Prabowo mengatakan tidak ada maksud menghina masyarakat Boyolali. Saya kira itu ya mungkin berlebihan. Saya tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya kalau berbicara itu familiar, dari ya mungkin istilah bahasa-bahasa sebagai seorang teman. Jadi ya audiens waktu itu juga tidak terlalu besar, ya mungkin paling hanya 400-500 orang kader dari partai-partai koalisi kita di peresmian kantor pemenangan,” kata Prabowo Subianto.

Ya saya seloroh dan itu memang sambutan saya satu jam, mungkin juga 40 menit lebih, soal ‘tampang Boyolali’ mungkin hanya 2 menit saja,” Prabowo Subianto menjelaskan. Prabowo Subianto menjelaskan saat ini terjadi kesenjangan di masyarakat, sebab kekayaan di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Saya tahu kondisi kalian, kan begitu. Justru sebenarnya yang saya permasalahkan adalah tentang ketidakadilan, kesenjangan dan ketimpangan. Semua orang pasti sudah tahu di Indonesia ini jarak semakin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia hanyalah segelintir orang saja. Jadi maksud saya sebenarnya itu,” kata dia.