Friday, January 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Keterangan Dari Penumpang Lion Air Rute Denpasar Ke Jakarta

Ini Keterangan Dari Penumpang Lion Air Rute Denpasar Ke Jakarta

Penumpang Lion Air PK -LQP, yang bernama Supriyanto Sudarto dan Diah Mardani, bercerita mengenai pengalamannya saat menaiki pesawat tersebut dari Denpasar menuju ke Jakarta. Seperti yang telah diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP merupakan pesawat JT 610 yang mengalami kecelakaan dan akhirnya jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pad hari Senin (29/10/2018) pagi.

Dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) TV One, Supriyanto Sudarto meyakini pesawat yang dinaikinya adalah pesawat nahas yang masih dicari puing-puingnya itu. Ia sempat melihat nomor registrasi pesawat pun sama seperti call sign pesawat yang telah jatuh di Kabupaten Karawang itu. “saya lihat ada di tutup roda pesawat depan, LQP, juga ada teman yang sempat memfoto juga,” ujarnya di dalam ILC yang tayang pada Selasa (30/10/2018).

Supriyanto juga mengatakan kalau keberangkatannya memang sempat diundur selama hampir dua jam lamanya. Keberangkatan dari Denpasar menuju Jakarta diundur dari pukul 19.30 menjadi pukul 21.50. Kira-kira pukul 21.15, jelas Supriyanto Sudarto, penumpang telah diminta untuk menaiki pesawat. Sebelum menaiki pesawat itu, Supriyanto Sudarto memang melihat beberapa orang ada di sekitar pesawat.

Orang-orang tersebut tampak sibuk, bahkan sempat menaiki pesawat tersebut. “Saya tidak tahu itu repair atau sedang apa, yang jelas memang ada kegiatan di bawah pesawat itu,” jelas Supriyanto yang ketika itu duduk di bagian depan pesawat. Supriyanto pun mengatakan cuaca relatif cerah ketika akan lepas landas.

Kemudian saat pesawat mulai mengudara, Supriyanto mendengar memang ada suara yang janggal. Supriyanto pun menjelaskan pesawat sempat mengalami perubahan ketinggian yang terasa cukup signifikan. “Pas naik ada anjlok, naik lagi, anjlok lagi. Kami tidak tahu (penyebabnya),” ucapnya. Perubahan ketinggian yang dialami oleh pesawat itu juga dirasakan oleh para penumpang lainnya, terang Diah Mardani.

Diah Mardani mengatakan pesawat juga mengalami guncangan hebat. “Mulai dari take off, langsung naik lalu kembali turun, lalu berhasil naik lagi, dan lalu turun lebih kencang dan pesawat pun berguncang,” ujar Diah. “Semua pun berteriak Allahu Akbar,” lanjutnya. Diah Mardani juga mengatakan kalau guncangan hebat tersebut baru pertama kali dialami olehnya.

Kemudian, Diah melihat seseorang mengenakan seragam putih-biru yang diduga sebagai awak pesawat mengambil suatu benda dari koper. Diah Mardani mengatakan selama perjalanan lampu seatbelt tidak pernah dimatikan. “Di dalam perjalanan, saya juga teman saya mencium bau seperti gosong, mirip kampas rem atau pun kabel,” katanya.

Hal tersebut menambah kekhawatiran dan membuat Diah Mardani semakin tegang. “Tapi bau tersebut memang tidak lama dan perlahan berangsur hilang.” Diah Mardani menyebut pilot tidak memberikan pengumuman informasi akan segera mendarat. “Biasanya itu ada informasi sekian menit lagi akan sampai,” ujarnya.

Guncangan kembali terasa saat pesawat mendarat. Setelah merasakan pengalaman yang menegangkan, Diah Mardani sempat berpikir pesawat yang dinaikinya kemungkinan tidak akan digunakan lagi. Diah Mardani mengaku sangat bersyukur bisa mendarat dengan selamat. “Setelah keluar kita sangat bersyukur, bahkan kita saling nangis lah. Karena saat guncangan itu sudah terbayang bagaimana kalau pesawat ini jatuh. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Diah Mardani mengaku saat itu hidupnya hanya beberapa jengkal dari maut. Pesawat Lion Air dengan kode PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 yang dinaiki oleh Diah dan Supriyanto memang sempat mengalami kendala teknis. Namun, masalah itu telah terselesaikan dan pesawat dinyatakan layak untuk terbang.

Hal tersebut telah disampaikan oleh CEO Lion Air, Edward Sirait saat konferensi pers yang ditayangkan oleh Kompas TV dalam program Breaking News, pada hari Senin (29/10/2018). “Memang ada laporan mengenai masalah teknis. Namun masalah teknis ini sudah berhasil dikerjakan dengan prosedur serta maintenance yang dikeluarkan oleh pabrikan pesawat,” kata Edward Sirait

Ia pun juga menegaskan bahwa sampai posisi kemarin hari Minggu (28/10/2018), sebelum berangkat, pesawat dinyatakan telah layak terbang oleh para engineer yang memang memiliki wewenang untuk merilis pesawat itu. “Saya telah yakinkan bahwa pesawat ini telah dirilis terbang oleh para engineer kami,” ujarnya. Pesawat Lion Air dengan kode PK-LQP nomor penerbangan JT 610 adalah pesawat baru dari generasi Boeing 737 MAX 8.

Lion Air pun baru membeli serta menjadi perusahaan penerbangan pertama di Indonesia yang menerbangkan pesawat jenis tersebut. “Baru kami terima 13 Agustus 2018. Sampai di Jakarta 13 Agustus 2018. Dan kami terbangkan untuk komersial 15 Agustus 2018. Pesawat ini, pesawat baru, generasi terbaru Boing 737-Max 8,” ujar Edward Sirait.

Related Post

10 CEO Terseksi Ini Bakal Bikin Laki-laki Terperan... Memimpin sebuah bisnis besar atau korporasi bukan urusan yang gampang. Padatnya berbagai aktifitas membuat tenaga dan pikiran praktis terkuras. Tapi b...
Bad Mood Kerja di Kantor Saat Puasa? Lakukan Hal K... Memasuki bulan Ramadan, sudah pasti semua umat muslim menjalankan ibadah berpuasa. Namun ini bukan kendala tetap melakukan aktivitas sehari-hari sep...
Seorang Anak Mencatat Biaya Hidupnya, Ternyata Tuj... Jika melihat anak-anak yang berusia sekitar 5-15 tahun maka yang ada di pikiran kita pastilah anak itu sedang sibuk belajar dan bermain untuk mengem...
Facebook Ajukan Keberatan Pembayaran Denda 9,5 Mil... Facebook mengalami dampak buruk setelah skandal kebocoran data 87 juta pengguna tersebar, hal ini membuat beberapa negara mengajukan denda. Hal yang p...