Monday, September 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Dia Street Food Di Pontianak Yang Kaya Akan Rasa

Ini Dia Street Food Di Pontianak Yang Kaya Akan Rasa

Pontianak dengan beragam kuliner khasnya membuat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat ini seakan tak bosan memanjakan para pecinta kuliner tradisional. Selalu ada inovasi makanan yang memikat dan memanggil-manggil untuk dicoba atau sekadar disinggahi agar rasa penasaran ini terpuaskan. Berikut ini 5 rekomendasi jajanan khas Pontianak yang lezat dan tak pernah sepi pengunjung.

  1. Ko Kue Goreng

Ko Kue Goreng ini sejatinya terbuat dari campuran 3 bahan utama seperti tepung beras, keladi, dan sayuran ku chai yang dicampur ke dalam tepung beras sehingga teksturnya padat dan lembut. Ketiga bahan tersebut dibentuk kotak-kotak dan kita bisa juga request untuk dicampur dan digoreng bersamaan atau campurkan bahan sesuai selera kita saja.

Apabila ada pesanan, bahan utama ini dipotong kecil-kecil seukuran satu kali suap di atas kuali datar yang telah dibasahi dengan minyak bawang, lalu disiram ‘kecap khas’ racikan mereka sendiri untuk penyedap tambahan. Kita juga dapat memasukkan telur ayam untuk digoreng bersamaan, aku memilih untuk menambahkan telur ayam agar semakin kaya rasa.

Taste dari Ko Kue Goreng ini gurih, kenyal dan ada campuran rasa asin manis dari kecap dan lobak. Aromanya yang super wangi berasal dari minyak bawang. Taburan ebi halus pun ikut menambah rasa nikmat dari street food ini. Biasanya aku tambahkan lada atau sahang agar menyantap ko kue ini semakin lezat. Seporsi Ko Kue Goreng harganya Rp 16.000 dengan tambahan telur, dan Rp 13.000 tanpa telur. Lokasinya ada di Jalan Gajah Mada, deretan J&T Express, dan makanan ini halal, ya, teman-teman.

  1. Bakpao

Bakpao adalah salah satu jajanan street food di sekitaran Jalan Gajah Mada, Pontianak, yang sangat gampang ditemukan. Setiap beberapa ratus meter, puluhan gerobak penjual bakpao berjejer siap menjajakan dagangannya kepada pembeli.

Tapi, ada satu gerobak yang sangat unik jika dibandingkan dengan gerobak bakpao lainnya. Bakpao Ahiang yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, berseberangan dengan supermarket Ligo Mitra adalah gerobak yang aku maksud. Gerobaknya berwarna biru dan mulai berjualan dari pukul 15.00 sampai 00.00 WIB setiap harinya. Jika gerobak lainnya hanya menjual 2 atau 3 varian rasa, Bakpao Ahiang ini menjual hingga 9 pilihan rasa, sangat bervariasi, ya, teman-teman?.

Bakpao yang dijual dengan harga Rp 9.000 ini berbentuk bulat montok seukuran genggaman tangan orang dewasa dan diberi ‘kode’ bintik warna yang berbeda untuk setiap isiannya. Adapaun favoritku adalah bakpao isi daging ayam, cha sio pau (daging merah non halal) dan kacang hijau. Tujuh varian rasa lain yang tidak kalah enaknya adalah kacang tanah, kacang hitam, kacang merah, keju susu, coklat susu, dan nanas. Semua bakpaonya memiliki tekstur yang lembut digigit dan setiap pesanannya selalu dipanaskan dengan dikukus di dalam panci uap terlebih dulu.

  1. Lek Tau Suan

Lek Tau Suan berasal dari kata ‘Lek Tau’ yang berarti kacang hijau dan ‘Suan’ yang berarti berlian, merupakan bahasa Tio Ciu Pontianak. Lek Tau Suan ini terbuat dari kacang hijau yang telah dikupas kulitnya dan dimasak dengan kuah bening kental sehingga warna jajanan ini akan berkilau seperti berlian apabila terkena cahaya. Rasa dari kuah bening ini manis, teksturnya kental dikarenakan campuran tepung kanji.

Seporsi Lek Tau Suan disajikan dengan Ca Kwe Garing sebagai taburan di atasnya. Dalam satu suapan, teman-teman akan merasakan gabungan dari kacang hijau, manis, dan kentalnya kuah bening, ditambah dengan sensasi kriuk-kriuk dari Ca Kwe Garing-nya. Semangkuk Lek Tau Suan paling enak disantap dalam keadaan panas atau hangat. Luar biasa mantap! Apalagi dengan harganya yang hanya Rp 7.000 per porsi, semakin membuatku tidak sanggup melewatkannya tiap kali singgah di Jalan Tanjung Pura, tempat Lek Tau Suan ini dijual.

Lek Tau Suan ini dijual setiap harinya dari pukul 18.30-21.30 WIB, namun akan tutup lebih awal kalau sudah habis. Lokasi jualannya ada di halaman ruko mebel Sinar Kota, di Jalan Tanjung Pura. Wajib singgah!

  1. Martabak Bangka San-San

Martabak Bangka San-San termasuk salah satu jajanan malam hari di Pontianak yang godaannya terlalu kuat untuk dilewatkan. Nama San-San diambil dari nama pemiliknya yang bernama Ko Djie San dan Ce Susan, karena lafaz penyebutan kedua pemilik tersebut berakhiran ‘san’, maka disebutlah Martabak San-San sebagai branding nama martabak asli dari Bangka ini. Lokasinya ada di Jalan Gajah Mada, sederetan dengan Bank BCA. Pilihan rasa martabaknya ada yang manis dan juga asin. Pilihan telurnya ada telur ayam dan telur bebek, jenis topping-nya pun begitu beragam, menarik bukan?

Varian yang sering aku beli di Martabak San-San adalah martabak manis dengan adonan pandan dengan isian keju susu. Ciri khas martabak manis di sini, ketika adonannya dimasak akan membentuk pori-pori atau rongga seperti sarang tawon. Bentuk sarang tawon tersebut akan membuat mentega dan isian yang kita pilih meresap ke dalam adonan tersebut. Rasanya jangan diragukan lagi, lembut hingga gigitan terakhir, so mouthful!

Selain martabak manis dan asin, jangan lupa untuk mencoba martabak garing ‘crispy’ kriuknya yang juga menggugah selera, menarik untuk dicicipi. Harga Martabak San-San mulai dari Rp 18.000 sampai Rp 55.000.

  1. Kaloci

Kaloci yang sudah berjualan dari tahun 1987 ini termasuk jajanan street food legend yang sangat wajib disinggahi. Kaloci terbuat dari adonan tepung beras ketan yang dipotong kecil-kecil, ditaburi kacang tanah halus, dan dicampur gula pasir. Kaloci dijual pada hari Senin-Jumat dari pukul 18.00-21.00 WIB. Ada dua jenis adonan yang bisa kita pesan, yaitu original dan pandan, keduanya enak!

Tekstur Kaloci ini kenyal dan manis yang berasal dari gula pasir dan renyahnya kacang tanah yang telah dihaluskan, semua begitu harmonis membentuk sebuah cita rasa yang bikin ketagihan. Satu porsi Kaloci kemasan kecil dijual dengan harga Rp 10.000. Ada 2 varian kemasan lain yang lebih besar, ukuran medium dijual dengan harga Rp 20.000, dan RP 40.000 untuk ukuran paling besar.

Ada kemasan cup untuk dijadikan oleh-oleh juga, lho, teman-teman. Bagiku, salah satu daya tariknya adalah bisa melihat ‘atraksi’ dari acek, penjual Kaloci, yang sangat mahir dan cepat dalam memotong, mencampur adukan adonan dan taburan kacang, sungguh lihai! Lokasi Kaloci ini ada di Jalan Agus Salim, sebelum persimpangan lampu merah Jalan Gajah Mada.