Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Dia Reaksi Fadli Zon Saat Ditertawakan Akbar Faisal Dalam Debat Politik

Ini Dia Reaksi Fadli Zon Saat Ditertawakan Akbar Faisal Dalam Debat Politik

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, ditertawakan oleh politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Akbar Faisal. Mulanya, Fadli Zon yang menjadi narasumber di acara Kabar Petang, TvOne membicarakan kesenjangan ekonomi yang kini terjadi di Indonesia, Senin (22/10/2018) malam. Fadli mengatakan, saat ini empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan yang setara dengan 100 orang penduduk di Indonesia.

“Saat ini kesenjangan lebar, 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan 100 juta rakyat Indonesia kekayaannya itu kesenjangan yang luar biasa,” ujar Fadli Zon. Usai Fadli Zon melanjutkan sesi bicaranya, Akbar Faisal yang juga menjadi narasumber melalui sambungan video menyoroti perkataan Fadli tersebut.

Akbar mengatakan bahwa ia selalu menikmati sesi debat bersama Fadli karena pendengar seakan disodori kebenaran. “Saya selalu menikmati kalau berdebat dengan Pak Fadli Zon, ya, karena sangat fasih menyodorkan seakan-akan sebuah kebenaran,” ujar Akbar Faisal mengawali. “Aku tadi tertarik itu anda menyebutkan ada 4 orang kaya sama kekayaannya dengan 100 juta orang penduduk, boleh tau siapakah orang kaya itu? bagaimana cara hitungnya?,” ujar Akbar sambil tertawa terbahak-bahak.

Fadli memberikan jawaban dengan mengatakan bahwa perkataannya telah sesuai dengan data Bank Dunia. “Itu laporan Bank Dunia bung Akbar,” ujar Fadli tenang menanggapi. Akbar kembali tertawa menyanggah perkataan Fadli. “Kalau membuat sebuah analogi,” ujar Akbar yang terpotong.

“Bukan analogi itu data,” sela Fadli Zon. “Kalau membuat analogi yang menyenangkan seperti ini mbok hitung-hitung juga jangan berlebihan lah,” kata politisi Nasdem itu. Perdebatan antara keduanya pun terjadi. Akbar mendebat karena mempertanyakan siapa nama orang terkaya yang dimaksudkan oleh Fadli.

Sementara Fadli berujar perkataannya itu berasal dari data Bank Dunia. “Sebutkan siapa nama orang kayanya,” tanya Akbar. “Bukan persoalan siapa nama orang kayanya,” jawab Fadli. “Kita pengen tahu yang mengaku-ngaku itu siapa, dari sini kita ingin tahu anda ini menyebarkan hoaks apa tidak,” debat Akbar kembali.

“Baca dong laporan Bank Dunia Bung Akbar,” papar Fadli. Sementara keduanya terus berdebat, pembawa acara pun harus mengakhiri sesi itu. “Baik-baik kita tahan dulu kita harus jeda terlebih dahulu,” ujar pembawa acara. Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, pernyataan Fadli Zon itu soal perbandingan harta orang kaya dan orang miskin itu rupanya pernah disampaikan oleh Oxfam dan Infid.

Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (Infid) merilis laporan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Indonesia dianggap memiliki tingkat ketimpangan terburuk keenam di dunia. “Kekayaan empat orang paling kaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 juta orang termiskin,” kata jubir Oxfam, Dini Widiastuti di Jakarta pada hari Kamis (23/2/2017).

Menurut Dini, besarnya pendapatan tahunan dari kekayaan orang terkaya di Indonesia, cukup untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di dalam negeri. Terlebih, capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum diimbangi dengan pembagian pendapatan yang lebih merata. “Dalam 20 tahun terakhir kesenjangan antara kaum super kaya dan penduduk lainnya di Indonesia tumbuh lebih cepat dibanding di negara-negara lain Asia Tenggara,” ujar Dini.

Dini mengatakan, melebarnya kesenjangan antara kekayaan orang super kaya dan kelompok lainnya dapat menjadi ancaman. Sebab jika ketimpangan tidak segera diatasi maka upaya keras pemerintah menurunkan kemiskinan akan mengalami hambatan dan menimbulkan ketidakstabilan di masyarakat. “Pemerintah harus memperbaharui kebijakan dalam pajak sesuai pada potensi ekonomi dan prinsip pembagian hutang juga manfaat yang cukup adil, lalu memulihkan serta memberikan penekanan yang lebih pada pembangunan sumber daya manusia juga ketenagakerjaan,” terangnya.