Sunday, September 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Dia Petugas ATC Bandara Palu Yang Korbankan Nyawa Saat Gempa Bumi

Ini Dia Petugas ATC Bandara Palu Yang Korbankan Nyawa Saat Gempa Bumi

Pada hari Jumat petang Indonesia kembali berduka saat terjadi Gempa Bumi dan juga Tsunami di Donggala dan Palu. Gempa berkekuatan 7,4 SR itu memporak-porandakan gedung-gedung dan bangunan yang ada di atasnya. Tsunami pun menyisir habis pesisir pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. Dan tercatat 3 kota terparah yang terdampak oleh bencana alam ini ada di Donggala, Palu dan juga Mamuju, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya banyak menelan korban jiwa, namun bencana gempa bumi dan tsunami ini salah satunya telah menelan satu korban petugas bandara Palu saat sedang bertugas. Dia adalah Anthonius Gunawan Agung, seorang pria 21 tahun saat bersikukuh tetap menjalankan kewajibannya saat terjadi gempa bumi. Anthonius melompat dari menara bandara Palu saat gempa bumi mengguncang setelah ia terlebih dahulu memastikan bahwa pesawat maskapai Batik Air telah mampu terbang dengan selamat. Insiden ini diketahui lewat unggahan pengamat penerbangan dan investigator swasta khusus kasus-kasus kecelakaan pesawat, Gerry Soejatman dalam akun twitternya.

Kisah Anthonius ini pun membawa duka bagi keluarga dan juga bagi para netizen yang mengetahui berita ini. Banyak netizen yang mendoakan dan turut berbelasungkawa serta memuji aksi heroiknya ini. Anthonius sendiri baru meninggal dunia sehari setelah peristiwa nahas itu. Anthonius meninggal dunia karena lompat dari atas menara ATC Bandara Palu, Sulawesi Tengah.

Namun ada cerita lain pula yaitu adanya pesawat terakhir yang mungkin merupakan pesawat yang dibantu untuk lepas landas oleh Anthonius. Menurut cerita dari pilot yang menerbangkan pesawat itu, entah mengapa ia mempercepat penerbangan pesawatnya hanya 3 menit dari jadwal yang seharusnya. Ia adalah Kapten Mafella yang meminta agar pesawat diterbangkan sedikit lebih awal. Dan ia juga mengaku sempat mengalami guncangan namun tak menyangka kalau itu adalah gempa. Sesaat setelah take off, komunikasi Mafella dengan tower bandara terputus karena tower hancur akibat gempa bumi. Dan saat berada di kokpit ia juga melihat gelombang air laut yang aneh menuju pantai dan merekam momen itu dalam durasi sekitar 10 detik. Dan setelah itu pula ia mendapatkan kabar bahwa pesawatnya adalah pesawat terakhir yang take off karena setelah itu bandara tidak bisa dioperasikan.