Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Dia Para Atlet Berhijab Yang Pernah Didiskualifikasi

Ini Dia Para Atlet Berhijab Yang Pernah Didiskualifikasi

Tentunya anda sudah mendengar bahwa beberapa hari lalu di Asian Para Games 2018, ada satu atlet Indonesia yang didiskualifikasi karena mengenakan hijab saat bertanding. Merasa kecewa dengan peristiwa tersebut, Miftahul Jannah memilih untuk tidak melanjutkan karirnya di dunia Judo. Namun Miftahul tidak sendirian karena sebelumnya sudah ada beberapa atlet yang didiskualifikasi lantaran mengenakan hijabnya.

Yang pertama ada kontingen Bola Basket Qatar di Asian Games. Tim basket putri Qatar di perhelatan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan didiskualifikasi karena anggota tim mendesak untuk mengenakan hijab dalam pertandingan. Setelah diselidiki ternyata hijab mereka bertentangan dengan aturan Federasi Basket Internasioanl (FIBA). Aturan tersebut melarang wanita memakai hijab saat bertanding namun mereka menolak melepas hijab dan tak jadi bertanding.

Yang kedua ada Atlet Angkat Besi di American Open. Kulsoom Abdulah seorang atlet angkat besi dari Amerika Serikat juga pernah dilarang berkompetisi karena mengenakan hijab. Saat memasuki tahap kualifikasi untuk turnamen Amerika Terbuka, Kulsoom diperingatkan bahwa ia tak bisa bertanding dengan pakaian tertutup dan hijab yang dikenakannya dengan alasan dikhawatirkan pakaiannya akan membuat juri tak adil dalam memberikan penilaian. Namun setelah Kulsoom meminta bantuan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) kepada Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), akhirnya ia berhasil dan permintaannya dikabulkan sehingga atlet angkat besi bisa bertanding di seluruh kompetisi.

Yang ketiga ada atlet Sepakbola asal Iran yang pada tahun 2010, tim nasional sepak bola putri Iran didiskualifikasi dari turnamen Olimpiade Remaja karena mengenakan hijab. Akhirnya tim Iran tidak bisa bertanding dan posisinya digantikan oleh tim Thailand. Saat itu memang FIFA masih berpegang teguh pada aturan larangan berhijab dalam turnamen sepakbola putri. Alasannya karena untuk mengantisipasi berbagai isu negatif yang kerap melibatkan agama. Namun setelah dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut akhirnya pada Maret 2012, FIFA memperbolehkan pemakaian hijab dalam pertandingan sepakbola putri dalam turnamen internasional.

Seharusnya semua federasi Olahraga Internasional memang harus merevisi peraturan mereka akan peraturan ini agar toleransi antar seluruh warga di seluruh dunia justru bisa menjadi lebih baik karena tidak ada yang merasa didiskriminasikan atau lebih dispesialkan. Semangat untuk semua para Atlet Berhijab di seluruh Dunia.