Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ini Dia Kesepakatan Bersama Mengenai tarif MRT Di Jakarta

Ini Dia Kesepakatan Bersama Mengenai tarif MRT Di Jakarta

DPRD DKI Jakarta telah menyepakati tarif kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sebesar Rp 8.500 sedangkan LRT Jakarta Rp 5 ribu. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan tarif yang ditetapkan pun rata-rata dari rute yang ada, yakni MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran HI dan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome.

“Ini saya langsung mengambil satu keputusan kita ambil jalan tengah yaitu nominal Rp 8.500. LRT Rp 5.000, setuju?” tanya kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/3). Anggota dewan pun sontak menjawab setuju secara bersama. “Setuju,” seru mereka. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengajukan tarif LRT sebesar Rp 6 ribu dan MRT sebesar Rp 10 ribu ke DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase pertama akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, 24 Maret 2019 di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Peresmian telah diadakan saat car free day dan juga dimeriahkan artis Ibu Kota, seperti D’Massiv, Naff dan Barasuara.

Presiden Jokowi juga menyatakan peresmian hari ini dibarengi dengan dimulainya pembangunan MRT fase kedua dengan rencana rute Bundaran HI-Kota. “Hari ini sebuah peradaban baru akan segera kita mulai dengan diresmikannya MRT fase pertama. Ini baru fase pertama. Hari ini kita canangkan untuk masuk fase kedua. Tahun ini saya sudah perintahkan kepada Gubernur untuk bangun rute Jakarta Utara,” ungkapnya di Bundaran HI, Minggu pagi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan adanya perencanaan yang matang dalam pengintegrasian antara stasiun kereta moda raya terpadu (MRT) Jakarta dengan halte Transjakarta. Sebab, dia mengungkapkan, pengintegrasian di Stasiun MRT Bundaran HI ke Halte Bundaran HI masih menggunakan tangga. Sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk penyandang disabilitas.

“Karena ini dibuat menjelang akhir, masih menggunakan tangga,” kata Anies di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Senin (25/3).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, penyandang disabilitas dapat menggunakan lift atau eskalator di pintu masuk Stasiun Bundaran HI. Lalu mereka dapat menggunakan pelican crossing untuk menuju halte Transjakarta. “Jadi bagi penyandang disabilitas itu harus menggunakan eskalator atau lift yang keluarnya adanya di sisi timur. Yang di sisi ini tidak bisa untuk penyandang disabilitas,” ucapnya.