Monday, October 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Inggris Siapkan Tuntutan 9,5 Miliar Atas Kebocoran Data Pengguna Facebook

Inggris sudah bersiap membuka tuntutan denda pada facebook terkait kebocoran data yang terjadi secara massal, nominal hingga 500 ribu poundsterling atau setara dengan 9,5 miliar rupiah jadi gugatan utama. ini memang tidak main-main, pasalnya untuk perusahaan besar yang sudah dilepas ke pasaran, dimana perusahaan media sosial facebook diperkirakan memiliki harga hingga US$590 miliar.

Ini angka yang disebutkan Elizabeth Denham, selaku komisioner Informasi Inggris. Dimana mengungkapkan nominal denda atas kegagalan facebook untuk melindungi data penggunanya, dimana skandal dengan Cambrigde Analytica atau sebelumnya banyak disebut dengan CA menjadi semakin jelas. Bahkan CA di duga sebagai penerima seluruh aliran data tersebut, ini tentu tindakan kecurangan dan bisa jadi tindakan kriminal di dunia maya.

Seperti yang diungkapkan Elizabeth ke media beberapa waktu lalu, dikutip dari Reuters, adanya teknologi baru yang bisa menganalisis data, namun bisa menyasar pada data pribadi bahkan yang sudah diberikan keamanan privasi. Ini tentu saja sangat merugikan, dimana bisa terjadi banyak tindakan kecurangan jika ada pihak ketiga yang mendapatkan data-data pengguna tersebut.

Baca juga : Australia Ajukan Gugatan Pada Facebook Terkait Kebocoran Data Pengguna

Pihak facebook sendiri yang mengetahui ancaman denda yang dikeluarkan Elizabeth, sedang melakukan investigas secara menyeluruh. Skandal kebocoran data yang mengarah pada CA memang sudah sejak April 2015 lalu, namun sayangnya tidak ditindak lanjuti, hal ini juga menjadi penyesalan pihak facebook. Dimana banyak ancaman yang muncul, setelah kabarnya ada 87 juta data pengguna meluncur ke Cambridge Analytical.

Erin Egan selaku kepala bagian privadi Facebbok menyebutkan, jika dirinya dan tim sudah mengarahkan seperti sebelumnya, tengah melakukan investigas secara menyeluruh sehingga belum bisa menyebutkan besaran angka terjadinya kebocoran data tersebut. Mengenai Cambrige Analytical, ini harusnya sudah diambil sikap sejak 2015 lalu.

Bahkan ditambahkan, selama ini sudah dilakukan investigas bersama Komisioner Informasi Inggris, mengenai kebocoran data pengguna facebook yang mengarah pada Cambridge Analytical, bukan hanya itu saja beberapa pihak berwenang di beberapa negara lainnya. Namun tidak ditemukan temuan mendasar sehingga skandal menguap begitu saja.

Baca juga : Data Pengguna Facebook Bocor, Warganet Indonesia Harap Tenang

Dimana saat skandal kebocoran data, Cambridge Anaytical digunakan sebagai tim pemenangan Presiden terpilih Amerika Sekitar, Donal Trump untuk melakukan kampanyenya. Bahkan pihak yang menuduh, jika kebocoran data facebook secara besar-besaran tersebut digunakan untuk kepentingan kampanye, namun hal tersebut dibantah keras oleh pihak CA.

Namun jika melihat hasil temuan Komisionet Informasi Inggris, ada beberapa perusahaan yang berada di bawah CA, namun belum ditemukan dengan jelas bagaimana regulator pengaturan data tersebut. Jika nantinya memang terbukti adanya kebocoran data, maka facebook harus bersiap menghadapi sangsi besar yang sudah mulai diajukan gugatan di parlemen Inggris, ini akan jadi hal besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Related Post

Tips Menginap di Hostel Bagi para backpacker, hostel tentu bukan tempat yang asing, karena tempat inilah yang menjadi tujuan saat butuh penginapan. Di tempat ini, selain me...
Misteri Dibalik Trailer Pertama Venom Jika Anda memperhatikan dunia film, Anda pasti tahu bahwa film komik ada di mana-mana. Dengan tiga alam semesta bersama yang saat ini merilis blockbus...
6 Serial Korea Yang Sayang Untuk Dilewatkan Di Tah... Tahun telah berganti, sederet drama korea yang diperankan oleh aktris dan aktor ternama yang dibungkus dengan cerita menarik telah ditunggu-tunggu par...
Samsung Galaxy Note 9 Kabarnya Akan Diluncukan Pad... Samsung masih jadi smartphone andalan masyarakat Indonesia, harga menjadi pertimbangan utama. Selain itu, sudah dilengkapi dengan spesifikasi terbar...

One Comment

Comments are closed.